Berbagai jenis waralaba berkembang di tanah air, mulai dari makanan cepat saji sampai dengan toko retail. Beberapa waralaba bertahan bertahun-tahun. Namun ada juga waralaba yang saat ini disinyalir bangkrut karena memang terdapat kesalahan dalam manajemen waralaba dan juga adanya tantagan berupa pandemi.

Karena itu bagi anda yang sudah memiliki usaha waralaba harus benar-benar jeli melihat keadaan dan juga tidak terbuai dengan sistem yang sudah berjalan. Kondisi yang berubah-ubah sewaktu-waktu ternyata bisa mengubah keadaan dalam waktu cepat. Sedangkan bagi anda yang belum pernah terjun ke bisnis ini anda tentu harus mempelajari dan mengenal bisnis waralaba sebelum anda benar-benar terjun.

Membangun Manajemen Waralaba Agar Kokoh dan Berkembang

Jika anda berperan sebagai pemilik waralaba dan berniat untuk mencari pembeli waralaba dan melakukan pelebaran sayap, maka sebaiknya melakukan hal berikut ini.

1. Aksi Memikat Prospek Baru

Anda bisa menginformasikan mengenai pembukaan peluang kerjasama bagi siapa saja di media sosial anda. Semakin masif anda melakukan maka semakin banyak orang yang mengeahui maksud anda dan menanyakan akan peluang kerjasama yang anda tawarkan. Pastikan poin kerjasama yang anda tawarkan bisa dipahami oleh calon pembeli waralaba.

Manajemen Waralaba
Kesepakatan baru bisa memperbesar bisnis anda. Sumber Pexels

2. Kurangi Beban Pembeli Waralaba

Komunikasi antara anda sebagai pemilik waralaba dengan pihak pembeli waralaba harus dilakukan dengan baik. Namun anda harus memberikan informasi yang jelas dan tidak serta merta memberikan materi yang berlebihan kepada pembeli waralaba yang masih memiliki unit baru. Jika mereka menerima perintah dan anjuran dari anda namun anda memberikan dengan padat dan terlalu banyak, mereka akan terbebani.

Pastikan pemberian informasi atau instruksi kepada pembeli waralaba dengan sistem bertahap sehingga memungkinkan orang memproses apa yang telah mereka baca dengan lebih mudah. Kondisi ideal akan diperoleh dengan bertahap sedikit demi sedikit. Pembeli waralaba baru memang masih merangkak dan membutuhkan bimbingan anda bukan setumpuk aturan dan instruksi teknis.

3. Rencanakan Pertumbuhan

Setiap perusahaan tentu memiliki keinginan untuk bertumbuh. Tentukan target tahunan pada perusahaan anda. Dengan membuat target di periode waktu tertentu maka langkah yang anda lakukan dan budaya kerja yang perusahaan jalankan akan mengarah ke tujuan. Proyeksikan cita-cita dan masa depan perusahaan anda melalui lembaran timeline dan sampaikan hal ini kepada karyawan anda.

4. Bangun Hubungan Untuk Tujuan Investasi

Sebagian pebisnis suka megandalkan pinjaman bank untuk menyuntik permodalan mereka. Namun tren untuk menghindari pinjaman bank selalu meningkat karena alasan tertentu. Karena itulah sebagian lagi lebih memilih mencari seseorang yang bisa diajak untuk bekerja sama dalam penyertaan modal.

Buka hubungan dengan orang-orang yang anda kenal dan berpotensi untuk bisa diajak kerjasama. Anda bisa saja tidak meminjam modal ke bank namun membuka kran investasi di perusahaan anda. Dengan membuka hubungan dengan pemodal lain anda bisa bekerjasama dengan sistem bagi hasil dan bentuk kerjasama lainnya yang menurut anda aman dan berkah.

5. Memetakan Tantangan

Agar mengetahui dengan detail bagaimana bisnis anda berjalan dan kendala apa yang dihadapi maka sempatkanlah untuk terjun secara langsung ke lapangan dalam menangani bisnis anda. Jangan sampai anda melimpahkan dan mempercayakan jalannya perusahaan kepada seseorang yang telah anda delegasikan.

Dengan mengetahui kendala dan tantangan di lapangan, anda bisa merumuskan solusi dari buah pikiran anda sendiri atau bisa juga di komuniaskan dengan orang lain seperti karyawan atau penanggungjawab.

6. Beri Reward

Waralaba adalah bisnis kekeluargaan, bisnis pertemanan dan bisnis kemitraan. Karena itu berapapun hasil yag diperoleh oleh pembeli waralaba di periode tertentu, anda seharusnya menghargai. Pastikan anda membantu mereka menghasilkan lebih banyak pemasukan dari waktu ke waktu. Dengan memberikan penghargaan berapapun jumlahnya akan memberikan motivasi bagi pembeli waralaba untuk lebih menghasilkan lagi.

7. Seimbangkan Antusiasme dan Profesionalisme.

Untuk membangun semangat dalam bekerja maka buatlah suasana kerja yang menyenangkan, begitu juga dengan kerjasama anda dengan pembeli waralaba. Buat hubungan anda dan relasi anda menyenangkan. Dengan demikian akan tercipta suasana hangat. Namun pastikan pekerjaan yang dilakukan juga profesional. Antusiasme bisa anda ciptakan sedangkan profesionalisme bisa anda latih.

8. Tingkatkan Kepercayaan

Trend bisnis semakin berkembang dan anda dituntut untuk mengikuti perkembanga trend. Masih banyak perusahaan waralaba yang beroperasi dengan jenis usaha yang mirip dengan usaha yang anda jalankan. Jika mereka memiliki hal yang sama dengan anda, maka apa yang bisa anda banggakan di depan konsumen?

Bangun kepercayaan konsumen dengan selalu melakukan inovasi dalam berbagai hal. Dari produk, distribusi bahkan dalam hal marketing. Berikan sentuhan yang berbeda sehingga pelanggan bisa membedakan mana gerai anda dan mana gerai lain yang merupakan kompetitor anda. Memberikan hal yang berbeda lebih bisa dilakukan daripada membuat hal yang baru.

9. Minta Umpan Balik

Anda sebagai seorang yang berada di puncak organisasi dan mengendalikan banyak unit, sebaiknya selalu mencari hal-hal baru yang terjadi di unit unit anda. Pastikan unit waralaba yang telah di beli oleh orang lain memiliki permasalahan dan anda tidak mengetahuinya. Mintalah umpan balik dari bawah agar anda bisa mengetahui kelemahan anda dan bisa melakukan perbaikan. Terkadang tidak adanya umpan balik bukan karena memang tidak ada, namun karena anda tidak memintanya.

10. Diskusi Rutin

Adanya umpan balik memungkinan akan memicu timbulnya diskusi panjang antara anda sebagai pemilik waralaba dengan relasi anda yang telah membei waralaba dari anda. Dari diskusi tersebut akan ditemukan beragam kendala, permasalahan baru bahkan trik atau teknik marketing baru. Berbicaralah dengan mereka dalam kerangka kerjasama bukan dalam kerangka antara bos dan karyawan, antara atasan dan bawahan atau antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil.

11. Ciptakan Solusi Kolaboratif

Terkadang masalah yang di hadapi di lapangan bisa berbeda-beda. Dan hal ini menjadikan solusi yang digunakan juga berbeda-beda. Komunikasikan dengan unit waralaba anda dengan intensif. Cari solusi bersama antara anda dengan relasi anda agar solusi yang di hasilkan benar-benar sesuai dengan pengalaman anda dan juga sesuai dengan kondisi lapangan.

12. Bangun Panggung Anda

Jack Ma pernah berkata “Petuah bijak anda akan dianggap sebagai kentut jika anda miskin. Namun kentut anda terdengar sangat indah dan menginspirasi jika anda sudah kaya” . Hal tersebut memang benar adanya. Jika anda sudah kaya, maka akan banyak panggung yang tersedia untuk menceritakan kisah sukses anda. Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk membangun brand perusahaan anda.

Manajemen Waralaba
Bangun komunikais antar lini. Sumber Pexels

13. Fokus Pada Perawatan

Jika anda sudah memiliki beberapa franchise baik yang anda kelola sendiri maupun sudah dibeli oleh orang lain, maka ukur kemampuan anda. Jangan sampai anda masih teap pada penambahan dan kehilangan fokus pada perawatan unit yang sudah ada. Mempertahankan yang sudah ada membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit daripada anda menambah atau membuka yang baru.

Memiliki franchise yang sedikit tetapi dikelola dengan manajemen yang kokoh lebih baik daripada memiliki banyak cabang, memiliki banyak franchise namun anda lemah dalam pengelolaan karena keterbatasan kemampuan. Karena itulah rawat yang sudah ada dan perkokoh dalam hal manajemen.

14. Sederhanakan Sistem Anda

Banyak pemilik waralaba berpikir bahwa sistem yang mereka miliki berfungsi dengan baik. Namun jika diteliti lebih lanjut, masih ada celah yang sebenarnya bisa diperbaiki. Anda bisa menyederhanakan sistem yang sekiranya bisa disederhanakan. Untuk hal ini anda bisa berkonsultasi kepada SEO Anak Sholeh, sebuah perusahaan pembuatan website profesional dan juga melayani konsultasi bisnis yang bisa membantu memecahkan masalah bisnis anda.