Peran Marketing Dalam Bisnis – Marketing dalam bahasa Indonesia biasa dikenal dengan istilah pemasaran. Jadi, marketing adalah suatu usaha yang digunakan untuk memasarkan produk, atau mengenalkan produk kepada masyarakat dengan berbagai cara, agar produk tersebut banyak diminati oleh masyarakat luas.

Banyak orang menghindari profesi marketing. Padahal profesi ini adalah bagian penting perusahaan. Marketing dibentuk dengan tujuan untuk menyusun strategi agar barang dapat sampai ke tangan konsumen.

Oleh karena itu, diperlukan orang terpilih untuk dapat menduduki posisi tersebut. Staf marketing dibentuk dan dilatih sedemikian rupa agar menghasilkan tenaga berkualitas yang dapat menyusun strategi pemasaran dengan baik sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Setelah mengetahui tujuan pembentukan marketing, Anda juga harus tahu tugas bagian marketing. Tugas marketing adalah merencanakan produk, menetapkan harga, menditribusikan barang, dan membuat konsumen puas terhadap pelayanan perusahaan.

Bagian marketing, dalam menjalankan tugasnya, selalu berorientasi pada perencanaan laba. Bukan hanya menghasilkan penjualan, namun harus ada stretegi se-efisien mungkin agar tercapai keuntungan bisnis.

Selain itu, proses pemasaran juga berorientasi pada strategi pemikiran jangka panjang. Strategi marketing harus dijalankan dan direncanakan sebaik mungkin, agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi keadaan bisnis ke depannya.

Peran Marketing Dalam Bisnis

Ilustrasi Peran Marketing Dalam Bisnis
Ilustrasi Peran Marketing Dalam Bisnis, Sumber : radarmalang.id

Marketing adalah ujung tombak suatu bisnis. Untung ruginya bisnis dapat dilihat dari proses marketingnya. Oleh karena itu, orang yang berkedudukan sebagai staf marketing harus pandai dalam menyusun strategi. Jangan sampai salah dalam mengambil strategi, karena dampaknya terhadap kehidupan bisnis sangat tinggi.

Marketing harus memiliki strategi yang baik dalam menangani masalah di pasar. Lakukan perencanaan dan pengamatan yang baik terhadap kondisi pasar pada saat itu. Kenali apa yang sedang dibutuhkan masyarakat pada saat itu.

Hal ini perlu dilakukan agar produk yang dihasilkan nanti dapat diterima masyarakat. Perhatikan juga harga barang di pasaran. Jangan sampai produk yang dipasarkan nantinya menjadi kalah saing dengan perusahaan lain.

Orientasi kerja marketing yang utama terletak pada pelanggan. Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama proses ini. Lebih baik mempertahankan image produk di depan pelanggan daripada mencari konsumen baru.

Melihat kompleksnya tugas marketing, menunjukkan bahwa marketing adalah kunci utama dari suatu bisnis. Oleh karena itu, staf marketing harus bekerja sebaik mungkin agar dapat memberikan keuntungan yang besar pada bisnis yang sedang diikuti. Strategi yang diambil juga harus tepat, agar bisnis tidak mengalami kerugian.

Membangun Sistem Marketing Dalam Bisnis

Ilustrasi Perencanaan Pemasaran
Ilustrasi Perencanaan Pemasaran, Sumber : curatti.com

Sistem adalah gabungan dari beberapa komponen yang saling berhubungan untuk mencapai satu tujuan bersama, sedangkan makna kata Marketing yaitu pemasaran. Penyatuan dari kedua kata itu berarti kerjasama antar beberapa tim dalam proses penjualan di sebuah perusahaan.

Manajemen ini sangat penting dan memegang peran terkait perkembangan bisnis. Pengelolaannya bertahap dan membutuhkan tim yang solid. Lalu, bagaimana cara membangun sistem marketing yang baik di dalam bisnis? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Menentukan Target Pasar

Konsep bisnis memang pasti sudah tersusun dengan baik, termasuk target marketnya. Menentukan target pasar yang dimaksud adalah mengetahui secara spesifik tentang keinginan pelanggan. Lakukan survei acak di beberapa titik lokasi yang dituju, kemudian wawancara singkat masyarakat setempat. Catat poin-poin penting yang mengarah ke perbaikan produk.

Langkah ini memudahkan penjualan produk karena Anda telah mengetahui sesuatu yang dicari oleh masyarakat. Setelah keberhasilan penjualan telah mencapai target tertentu, maka kembalilah terjun ke lapangan. Hal tersebut guna menanyakan respon pelanggan terhadap kualitas produk dan pelayanan yang telah diberikan.

Pertahankan unsur yang disukai pelanggan dengan komentar positifnya. Sebaliknya, perbaiki kekurangan produk berdasarkan masukkan berupa saran dan kritik. Jadilah pebisnis yang paham akan selera pelanggan dan kalahkan kompetitor dengan cara aktif mencari tahu keinginan masyarakat luas.

2. Membuat Konsep Produk

Ilustrasi Inovasi Bisnis
Ilustrasi Inovasi Bisnis, Sumber : bisnisukm.com

Produk yang telah terkonsep jangan langsung digarap, tunggulah hingga tim penyurvei menyuguhkan data selera calon pelanggan di lapangan. Diskusikan ulang dan inovasikan produk dengan cara menambahkan unsur sesuai keinginan masyarakat berdasarkan data.

Ingat, hanya melakukan penyegaran bukan merubah total konsep. Waktu penyelesaian proses produksi harus sesuai perencanaan awal. Perkembangan jaman dapat mempengaruhi selera, cepatlah menghadirkan produk tersebut sebelum pergantian era. Pesaing pasti juga melakukan hal yang sama, maka hadirkan produk yang benar-benar beda dari kebanyakan perusahaan sejenis.

Jika Anda berhasil mengeluarkan sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya, produk akan laris manis. Bertindalklah cepat sebelum kompetitor meniru langkah ini. Perbaharui konsep produk secara berkala agar pelanggan semakin penasaran dan menunggu inovasi berikutnya. Perbanyak tenaga Marketing guna melancarkan proses pengenalan dan penyaluran produk ke pelanggan.

3. Mengelola Harga Jual

Harga jual akhir diperoleh dari kalkulasi biaya bahan baku dan dana yang dibutuhkan untuk mengolahnya menjadi produk siap jual. Keuntungan finansial perusahaan didapat dari harga bersih yang ditinggikan nilainya.

Nominal tersebut tentu harus menyesuaikan kemampuan masyarakat untuk membelinya. Percuma tim Marketing memasang tarif tinggi tetapi tidak ada yang berminat. Kerugianlah yang akan menimpa perusahaan semacam ini.

Harga rendah tetapi produk berkualitas, mayoritas pelanggan menginginkan hal itu. Selektiflah ketika memilih sumber bahan baku, survei dan pilih yang menawarkan harga paling rendah. Utamakan kelayakan bahan karena berdampak pada hasil jadinya. Tekan biaya produksi dengan cara memperhitungkan dengan matang mengenai teknologi yang dipakai dengan jumlah pekerja.

Investasi berupa pembelian alat modern memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pengeluaran akan cepat tertutup karena proses pengerjaan lebih cepat. Pemakaian alat memperkecil jumlah pekerja, sebab hanya bertugas sebagai operator mesin. Dua hal yang berhasil ditekan, yakni waktu pengerjaan dan upah tenaga kerja.

4. Menyusun Rantai Distribusi

Perpendek rantai penyaluran produk agar selisih harga dari produsen ke konsumen tidak terlalu jauh. Sebenarnya harga yang dipatok perusahaan telah disesuaikan dengan kemampuan pelanggan berdasarkan hasil survei lapangan. Hal yang membuatnya kian mahal adalah laba yang diambil di setiap tahapan.

Setelah rangkaian pembangunan sistem Marketing selesai dikerjakan, tugas selanjutnya yakni bagaimana cara agar rencana dapat berjalan lancar. Jelas yang dimaksud adalah tingkat penjualan sesuai angka target. Produk tersalurkan ke pelanggan dengan kualitas dan kuantitas tertentu.

Demikianlah ulasan mengenai peran penting marketing dalam bisnis. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.