Perkembangan bisnis online di Indonesia dewasa ini berkembang semakin pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang mulai menggeluti bisnis online, dari mulai jual beli online sampai jualan konten. Perkembangan ini tidak lepas dari pengaruh teknologi.

Dari semua jenis bisnis online, toko online menjadi salah satu dari jenis model bisnis yang paling diminati saat ini. Pasalnya, dengan kelebihan yang dimilikinya, toko online menjadi pilihan alternatif dalam jual beli barang lewat internet.

Toko online atau secara umum dikenal sebagai e-commerce atau electronic commerce adalah tipe industri di mana penjualan dan pembelian produk atau jasa dilakukan melalui media internet. Toko online besar di Indonesia, seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan masih banyak lainnya.

Bukan hanya di Indonesia saja, ternyata perkembangan bisnis online juga berevolusi hingga hampir ke seluruh dunia. Pertumbuhan pemakai internet dan pengguna toko online terus meningkat seiring perkembangan sistem keamanan dan kenyamanan yang semakin ditingkatkan.

Membuat toko online sangatlah mudah dan juga lebih murah. Alasannya, karena tersedia banyak pilihan CMS yang bisa digunakan. Tampilan lebih profesional dengan dilengkapi oleh fitur shopping chart, membuat toko online profesional sekarang sudah bisa dilakukan oleh siapa saja.

Perkembangan Bisnis Online di Indonesia

Ilustrasi Perkembangan Bisnis Online di Indonesia
Ilustrasi Perkembangan Bisnis Online di Indonesia, Sumber : inisuara.com

Perkembangan bisnis dengan menggunakan media toko online atau e-commerce terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini diimbangi dengan bertambahnya tingkat pengguna internet dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan hasil survey BPS pada akhir tahun 2013, masyarakat pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 71,19 juta jiwa. Mengalami kenaikan sekitar 13% dari tahun sebelumnya di mana pada tahun 2012 pengguna internet baru sekitar 63 juta jiwa.

Perkembangan tersebut selaras dengan perkembangan pengguna internet di seluruh dunia. Bahkan, dengan semakin tingginya pengguna internet, khususnya di Indonesia, dijadikan sebagai salah satu tempat yang tepat untuk dijadikan pusat operasi toko online dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan pasar toko online dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahunnya mencapai 17%.

Melihat data tersebut, potensi berbisnis secara online semakin terbuka lebar. Sebab, semakin banyak masyarakat yang tidak mau ribet untuk mendapatkan barang. Hal inilah yang bisa dijadikan sebagai alasan saatnya Anda juga mampu membuat website dan berbisnis online sendiri menggunakan CMS seperti WordPress dan WooCommerce.

Jenis Bisnis Online

Pada dasarnya, perkembangan bisnis online di Indonesia sendiri meliputi beberapa macam usaha. Usaha-usaha itu pun masih terbilang mudah dan gampang, terlebih lagi untuk pemula.

Banyak sekali jenis bisnis online yang beredar, tapi tidak semuanya dapat diadaptasikan menjadi bisnis karena ada bisnis yang memerlukan effortyang lebih dan bahkan ada bisnis yang memungkinkan untuk seseorang tidak mengeluarkan modal.

Lalu, apa saja bisnis online yang banyak digeluti? Berikut ini beberapa contoh bisnis online yang saat ini digeluti banyak orang.

1. Dropshipper

Ilustrasi Bisnis Online
Ilustrasi Bisnis Online, Sumber : billionairecoach.co.id

Salah satu jenis bisnis online yang sangat diminati oleh banyak orang khususnya para milenial karena tanpa modal uang, yang diperlukan hanyalah cara pemasaran dan pemilihan channel marketing yang tepat.

Biasanya penjual akan menjual barangnya selayaknya online shop pada umumnya, hanya saja penjual tidak pernah menyimpan produknya untuk diperjual belikan. Melainkan penjual akan memesankan barangnya kepada suatu vendor atau penjual yang menjual dalam partai besar untuk dikirimkan kepada pembeli dari dropshipper tersebut.

Peminat dari bisnis dropship sangatlah banyak, terutama di e-commerce. Bahkan beberapa e-commerce juga telah menyediakan transaksi khusus untuk para dropshipper. Itu menandakan bahwa dropship memiliki banyak peminatnya di e-commerce.

Namun kekurangan dari jenis bisnis online ini adalah tidak dapat benar-benar bisa memonitor kualitas produk yang dijual. Karena dropshipper hanya pihak ketiga lalu menawarkan produk-produknya kepada yang berminat.

2. Reseller

Jenis bisnis online ini hampir sama dengan dropship, hanya saja reseller atau penjualnya memiliki wujud dari produk yang akan dijual. Sehingga, kualitas produk terjamin dan dapat terus dipantau kualitasnya. Reseller juga banyak digandrungi oleh generasi milenial, karena banyak dari reseller tersebut menjual barang-barang seperti pakaian, sepatu, kosmetik dan lain-lain.

Selain itu, untuk menjadi reseller cukuplah mudah, penjual hanya memerlukan modal sesuai dengan vendor syaratkan lalu biasanya penjual dapat membelinya dengan harga menarik yang berada di suatu pasar jika banyak produk yang dibeli.

Namun kekurangan dari reseller adalah ketika tidak dapat memenuhi target penjualan, produk akan tersimpan dan mau tidak mau harus bisa menjualnya dan tidak mengendap di gudang.

3. Online Shop

Jika dropship dan reseller masih sangat bergantung pada pihak lain, siapapun juga bisa membuat produknya sendiri lalu menjualnya melalui marketplace ataupun di e-commerce dan membuat online shop sendiri. Ini lebih efektif karena dapat memonitor segalanya secara real time baik itu dari segi kualitas, jumlah produk, dan lain-lain.

Penjualan dilakukan melalui marketplace atau e-commerce karena dirasa memiliki pasar yang lebih banyak dan siapapun dapat melihat produk yang dijual daripada menggunakan sosial media yang akan sangat memerlukan effort lebih untuk mencari peminatnya karena sosial media didesain untuk terhubung dan berkomunikasi.

4. Content Creator

Ilustrasi Content Marketing, Sumber : KoinWorks
Ilustrasi Content Marketing, Sumber : KoinWorks

Di era digital ini, konten dapat dijadikan sebagai suatu produk yang dijual, karena melalui konten dapat mengedukasi, memberikan informasi, untuk promosi bahkan juga dapat dijadikan sebagai bahan untuk personal branding.

Jadi, bukan tidak mungkin jika konten dapat dibisniskan. Semua itu terangkum dalam content marketing. Di Indonesia sendiri telah banyak bermunculan juga bisnis dengan menjual konten, seperti Makna Creative, Rectmedia dan masih banyak lagi karena memang di Indonesia sendiri telah banyak yang menjual konten sebagai produknya.

Demikianlah ulasan mengenai perkembangan bisnis online di Indonesia yang perlu Anda ketahui. Umumnya perkembangan bisnis online di Indonesia sendiri dipengaruhi oleh penggunaan internet, saat penggunaan internet semakin banyak, maka prospek bisnis ini pun semakin baik. Pasalnya, bisnis ini mengandalkan koneksi internet untuk bisa eksis dan berkembang.