Memulai sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah, terutama bisnis kecil yang memiliki sumber daya yang terbatas, akan menjadi lebih sulit dibanding bisnis besar. Namun, memulai bisnis adalah hal yang luar biasa, akan menjadi tantangan bisnis tersendiri untuk mempertahankan dan mengembangkannya.

Akan ada banyak persoalan yang dihadapi ketika berbisnis, berbagai permasalahan dalam bisnis sering membuat seseorang sering merasa berkecil hati. Bahkan terkadang sebagian orang menyerah jika tidak dapat menghadapi tantangan bisnisnya.

Banyak yang mengira asalkan ada ide yang bagus disertai kerja keras saja akan membuahkan hasil yang baik. Namun, dalam dunia bisnis, semuanya bisa terjadi. Gejolak perekonomian, human eror, atau tren terbaru bisa saja mengguncang model bisnis yang selama ini lancar jaya.

Tantangan Bisnis

Ilustrasi Tantangan Bisnis
Ilustrasi Tantangan Bisnis, Sumber : solusiprinting.com

Sebagai pemilik usaha, selalu siap sedia akan tantangan-tantangan tersebut merupakan hal yang wajib. Sebelum mencari strategi, Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa saja jenis tantangan bisnis yang akan dihadapi dan bagaimana cara menghadapinya.

1. Moral dan Integritas

Dunia bisnis dan kerja seringkali mengundang dilema moral dalam setiap prakteknya. Banyak sekali kesempatan untuk meraup untung lebih besar dari klien, kompromi dengan kualitas bahan baku, serta menutup-nutupi kekurangan yang ada.

Sebagai pemilik bisnis, Anda tidak hanya perlu menerapkan kejujuran dan integritas pada klien dan menjadi contoh untuk para pegawai, namun juga sadar akan situasi yang bisa memicu perilaku tidak jujur. Sadarlah pada kesempatan untuk melakukan curang, dan berlaku sebaliknya. Hal ini berlaku juga untuk tim yang dipimpin, serta perusahaan secara keseluruhan.

2. Transformasi Digital

Ilustrasi Digital Marketer
Ilustrasi Digital Marketer, Sumber : bizjournals.com

Transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Teknologi dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya dengan hasil yang cukup maksimal. Namun, transformasi ini bisa menjadi sebuah tantangan yang cukup berarti apabila bisnis yang dijalankan tidak dapat mengikutinya.

Apalagi, adanya ketakutan untuk mengubah cara-cara lama akan menimbulkan kekhawatiran apabila transformasi yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau justru gagal. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang.

3. Sumber Daya Manusia

Teknologi sudah diadopsi dalam bisnis, namun masih ada beberapa pekerjaan rumah lagi yang harus diselesaikan, yakni membuat sumber daya manusia yang dipekerjakan juga adaptif terhadap teknologi tersebut.

Jangan sampai biaya besar yang dikeluarkan untuk pembaharuan teknologi malah tidak dapat dioptimalkan karena orang-orang yang terlibat tidak mampu untuk menggunakannya. Sebuah bisnis yang ingin berjalan secara profesional dan berkembang butuh untuk merekrut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang mencukupi.

4. Persaingan Semakin Ketat

Lagi-lagi teknologi mempunyai pengaruh dalam hal ini. Teknologi canggih mampu mengintegrasi saluran bisnis sehingga dapat dilakukan tanpa batasan ruang dan waktu. Efeknya, sebuah bisnis bisa menjalin kerja sama dengan bisnis lain di belahan dunia mana saja.

Dan tentu saja, sebuah bisnis juga mendapatkan kompetitor dari berbagai bisnis lain di belahan dunia mana saja pula. Jika tidak dibarengi dengan inovasi yang terus menerus, maka bisnis akan tertinggal dari kompetitor.

5. Perubahan Masyarakat

Ilustrasi Perubahan Masyarakat
Ilustrasi Perubahan Masyarakat, Sumber : romadecade.org

Selain menginginkan hal secara cepat dan praktis, tantangan dari masyarakat saat ini adalah karena mereka senantiasa berubah, baik dari segi selera, keinginan dan kebutuhan. Masyarakat saat ini mudah sekali merasa bosan dengan satu hal dan mempunyai keinginan yang cukup kompleks.

Mereka pun lebih pintar dalam memilih mana produk yang sesuai dengan mereka, dan mana yang tidak. Ini menjadi tantangan karena menuntut pemilik bisnis untuk lebih sering memutar otak dan berinovasi dalam menciptakan produk serta jasa.

6. Kurangnya Dukungan Pimpinan

Bisnis saat ini bisa dilakukan dan dikontrol dari jarak yang cukup jauh menggunakan website, e-mail, dan fitur chatting. Permasalahan yang kerap terjadi dengan metode komunikasi jarak jauh ini adalah hilangnya sosok pemimpin. Pemilik bisnis kerap berkomunikasi dengan karyawannya hanya mengenai hal-hal yang berhubungan bisnis.

Padahal karyawan membutuhkan keakraban dengan pemimpinnya untuk menjalin komunikasi yang baik dan menambah semangat untuk bekerja. Oleh karena itu, pemilik bisnis sebaiknya membuat suatu kegiatan yang dapat mengakrabkan karyawan, pihak manajemen dan pemilik bisnis sendiri.

7. Ketidakpastian Kondisi Ekonomi

Perubahan permintaan pasar yang begitu cepat, ketidakstabilan harga bahan baku, kurs mata uang yang naik turun, dan sebagainya merupakan sesuatu yang sulit diprediksi namun bisa membawa pengaruh besar pada bisnis yang dijalankan.

Sebagai pemilik bisnis, ketika menghadapi ekonomi yang tidak stabil hendaklah selalu berpikir jangka panjang. Situasi yang berubah cepat menuntut pengambilan keputusan yang segera, namun tidak berarti tergesa-gesa. Ini adalah tantangan bisnis yang harus terus menerus dipelajari.

8. Mengelola Keuangan Bisnis

Ilustrasi Mengembangkan Usaha
Ilustrasi Mengembangkan Usaha, Sumber : argiaacademy.com

Banyak bisnis kecil yang gagal karena kesalahan dalam mengelola keuangan mereka. Kesalahan dalam mengelola keuangan yang dihadapi adalah pengeluaran yang terlampau besar dan tidak menyisihkan uang simpanan untuk masa mendatang apabila ada kondisi krisis melanda bisnis.

Untuk bisnis kecil, pemilik bisnis mungkin masih dapat menjalankan peran sebagai pengelola arus keuangan, namun mempekerjakan seorang yang profesional merupakan hal yang baik untuk bisnis. Anda bisa fokus untuk mengembangkan bisnis dan menghadapi klien-klien potensial dengan adanya bantuan profesional untuk mengelola keuangan.

9. Perencanaan Pemasaran

Memiliki layanan dan produk yang baik saja tidak cukup untuk memasarkan usaha Anda. Setiap pemilik usaha wajib mencari tahu dan memiliki strategi pemasaran yang baik. Tidak hanya membangun awareness agar produk atau jasa mencapai lebih banyak target pasar, namun juga bagaimana menciptakan permintaan yang lebih banyak.

Melalui perencanaan pemasaran yang baik, apa yang dijual dapat sampai pada konsumen. Mulailah dengan tujuan pemasaran agar mereka sadar akan eksistensi bisnis yang dijalankan. Ada berbagai kanal dan teknik pemasaran yang bisa Anda lakukan.

10. Ekspektasi Kurang Realistis

Pebisnis pemula cenderung memiliki ekspektasi yang tidak realistis tentang kesuksesan sebuah usaha. Menargetkan tujuan yang hampir tidak bisa dicapai (dalam kondisi dan situasi early stage). Tidak sedikit yang gagal dalam mencapainya. Untuk mendapatkan banyak uang dan memperluas bisnis dibutuhkan ketekunan dan kesabaran.

Solusinya tentu adalah membuat perencanaan yang jelas tentang apa yang ingin dicapai dan kapan bisa mencapainya, relatif terhadap sumberdaya yang ada. Perencanaan ini perlu dilakukan secara seksama, tidak terburu-buru, dan mempertimbangkan kemampuan perusahaan serta kondisi ekonomi di saat itu.

Demikianlah ulasana mengenai beberapa tantangan bisnis yang perlu diwaspadai. Dunia bisnis selalu berkembang dan berubah. Seiring dengan perkembangannya, tantangan bisnis pun akan terus berkembang dan berubah. Untuk meminimalisirnya perlu dilakukan usaha tambahan dan tekad pantang menyerah.