Sosial media merupakan salah satu platform yang bisa memberikan banyak peluang. Misalnya saja untuk menggaet audiens agar tertarik dengan produk maupun layanan yang Anda jual. Namun agar audiens tertarik diperlukan konten/content yang tidak sembarangan. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui cara membuat konten yang tepat itu seperti apa.

Jenis-Jenis Konten di Sosmed

Sebelum mengetahui bagaimana cara membuat konten yang tepat, Anda perlu tahu bahwa di dalam sosial media bukan hanya terdapat 1 macam saja melainkan berbagai macam. Misalnya saja seperti Instagram, Facebook, Tiktok, Youtube, dan lain sebagainya. Untuk membuat konten menarik pun juga perlu disesuaikan dengan jenis dan targetnya. 

Jika Anda membuat content yang tidak sesuai dengan target pasarnya, maka pesan yang terdapat pada konten tersebut tidak akan tersampaikan. Jadi sebelum membuat konten youtube, membuat konten tiktok, maupun membuat konten instagram, Anda perlu mengetahui jenis-jenis konten yang ada di sosial media.

1. Konten Informasi

Sosial media atau media sosial digunakan oleh sebagian besar orang sebagai sumber informasi. Oleh sebab itu adanya content informasi dapat memberikan kemudahan bagi audiens untuk mengetahui produk atau layanan yang ditawarkan. Pemanfaatan media sosial untuk pemasaran bisnis sudah tidak perlu diragukan lagi.

Pemasaran melalui sosial media ini tidak selalu berhubungan dengan jual beli secara langsung. Anda bisa menggunakan sosmed untuk memasarkan content dalam bentuk postingan di web, gambar, atau video yang berhubungan dengan produk yang dijual.

Sesuai dengan namanya, content yang satu ini harus dibuat berdasarkan informasi yang benar, tepat, dan akurat. Selain itu juga harus berdasarkan pada fakta yang ada dan benar terjadi. Apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan content informasi ini, maka dapat berakibat fatal. 

2. Konten Edukasi

Konten edukasi ini adalah sebuah content yang ditujukan kepada audiens untuk menyampaikan informasi khusus yang menambah pengetahuan. Di dalam konten edukasi ini dapat mencakup berbagai hal. Misalnya saja seperti materi pembelajaran pelajar, content kesehatan, tips dan tutorial, hingga berbagai content edukasi lainnya.

Cara membuat konten di sosial media, Sumber: phki.uma.ac.id
Cara membuat konten di sosial media, Sumber: phki.uma.ac.id

3. Konten Hiburan

Content yang satu ini merupakan jenis content yang populer dan banyak digemari oleh setiap orang. Ketika seseorang bosan ataupun lelah setelah melakukan aktivitasnya, tentu saja mereka akan mencari hiburan. Hiburan ini bisa dicari melalui sosial media seperti Youtube, Instagram, hingga Tiktok.

Misalnya saja seperti tontonan prank, komedi, dan berbagai content hiburan lainnya. Konten hiburan ini tidak pernah sepi peminat. Anda bisa mencoba membuat konten hiburan tersebut untuk menarik audiens.

4. Konten Testimonial

Jenis content yang satu ini berisikan tentang testimoni atau opini dari pihak ketiga terkait produk atau jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Konten testimonial ini digunakan untuk meyakinkan audiens dalam penggiringan opini public. 

Maksudnya, testimoni dari konsumen yang ditampilkan dalam content akan membuat audiens lain menjadi tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Pendapat orang lain yang pernah menggunakan produk atau jasa, sangat penting bagi audiens yang belum menggunakannya.

Oleh sebab itu content testimonial ini sangat penting bagi kegiatan bisnis yang memasarkan produknya melalui sosial media. Selain dari konsumen biasa, testimoni dari para influencer juga memiliki pengaruh yang kuat untuk memikat audien lainnya. Konten testimoni ini bisa berupa artikel, foto, hingga video.

5. Konten Inspirasi

Konten inspirasi dapat memberikan efek positif bagi para audiens. Inspirasi tersebut dapat dituangkan ke dalam berbagai media. Misalnya saja seperti teks, gambar, suara, dan video. Untuk membuat konten inspirasi yang paling mudah adalah dengan mengutip kata-kata bijak seperti quotes. 

Jadi Anda tidak perlu mencari ide untuk membuat quotes tersebut. Anda hanya perlu mendesain kontennya dengan menarik agar audiens terpikat oleh content yang Anda buat.

6. Konten Vlog dan Blog

Content blog lebih dikenal dengan cerita kisah pribadi dari si penulis. Tulisan tersebut lalu dituangkan ke dalam media artikel tulisan yang diposting di sebuah website. Sementara untuk vlog merupakan cerita kisah pribadi yang dikemas dalam bentuk dokumentasi video. Kemudian diunggah di berbagai platform yang ada, misalnya seperti Youtube, Instagram dan lain sebagainya.

Meskipun content blog dan vlog ini berisi cerita pribadi ataupun aktivitas sehari-hari, namun jenis content ini masih banyak digemari orang. Ketika content tersebut memiliki daya tarik berbeda dari yang lainnya, maka akan banyak audiens yang terpikat oleh content tersebut.

Cara Membuat Konten Sosial Media

Setelah mengetahui jenis-jenis content, maka sudah saatnya Anda mengetahui bagaimana cara membuat konten di sosial media. Bukan sembarang content saja, namun content yang dapat memikat audiens. Dengan begitu, pesan yang terdapat pada content tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada para audiens.

Konten yang akan Anda buat bisa disajikan dalam bentuk Podcast, Live Streaming, Webinars, Konten VR, dan lain sebagainya. Tidak perlu lama-lama, berikut cara membuat konten yang tepat untuk menarik audiens.

1. Kenali Audiens

Cara membuat content yang pertama ialah dengan mengenali siapa audiens Anda. Apabila Anda ingin menjadi seorang Youtuber, maka menentukan audiens sangat penting. Jika audiens Anda anak-anak, maka content vlog sehari-hari tentu saja tidak cocok. Anak-anak cenderung menyukai hal-hal yang berhubungan dengan mainan, misalnya unboxing squishy.

Ingat dengan content Ria Ricis yang dulu? Dulunya content dari Ria Ricis ini sangat digemari oleh anak-anak karena berhubungan dengan permainan. Unboxing squishy, lalu review mainan-mainan lainnya. Namun jika target Anda wanita yang beranjak dewasa, maka bisa menggunakan content make up.

Jadi menentukan dan mengenali siapa audiens itu sangatlah penting. Dengan begitu Anda tidak akan salah dalam pemilihan content. Sehingga content yang telah Anda buat pun akan menghasilkan sesuatu jika ditujukan pada target yang benar.  

Mengenali audiens, Sumber: socialmediaexplorer.com
Mengenali audiens, Sumber: socialmediaexplorer.com

2. Tetapkan Materi yang Akan Digunakan

Materi yang akan Anda gunakan perlu selaras dengan tujuannya. Jadi tetapkan materi content dengan tujuan Anda. Misalnya saja tujuan Anda ingin meningkatkan followers Instagram. Maka Anda perlu menetapkan materi yang tepat untuk mencapai tujuan Anda tersebut.

Jadi pembuatan materi ini tidak lepas dari tujuan Anda terhadap pembuatan content. Ketika tujuan Anda jelas, maka pembuatan materi pun akan jelas. Cara membuat content yang satu ini tidak bisa lepas pada saat pembuatan content. Jadi pastikan bahwa Anda telah memiliki tujuan terlebih dahulu, baru menetapkan materi yang akan digunakan.

Menetapkan materi konten, Sumber: gramedia.com
Menetapkan materi konten, Sumber: gramedia.com

3. Buatlah Konten yang Berkualitas

Cara membuat konten yang tepat berikutnya adalah dengan memastikan bahwa content berkualitas. Content yang berkualitas akan menarik banyak audiens. Mereka akan mengapresiasi content Anda dengan memberikan komen, like, maupun membagikannya dengan yang lain.

Pilihlah content yang up to date namun tetap berbobot. Jadi content yang Anda buat mengikuti perkembangan zaman, tapi memiliki kualitas. content yang up to date atau yang sedang viral, memang memiliki atensi tersendiri di hati audiens.

Kemaslah sesuatu hal yang viral tersebut dengan content berkualitas. Dengan begitu, audiens akan semakin suka dengan content yang Anda buat. Meskipun mengikuti trend, namun isi content Anda tidak hanya sekedar ikut-ikutan saja.

Membuat konten yang berkualitas, Sumber: allstars.id
Membuat konten yang berkualitas, Sumber: allstars.id

4. Gunakan Konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)

Ada kalanya Anda akan bingung membuat content seperti apa lagi. Namun ketika Anda bingung, Anda bisa menggunakan konsep ATM yakni amati, tiru, dan modifikasi. Hindari menjiplak karya orang 100%. Hal tersebut hanya akan memperlihatkan bahwa akun Anda tidak kreatif dan membuat audiens enggan mengikuti akun Anda.

Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan konsep ATM ini. Jadi Anda bisa meriset content orang lain lalu membedah content tersebut. Apa yang membuatnya menarik dan bisa mengundang banyak audiens. Setelah Anda mengetahuinya, Anda bisa memodifikasi content tersebut untuk content Anda. 

Dengan begitu, Anda tidak menjiplak 100% karya orang lain. Anda bisa memodifikasi sendiri dan menambahkan ciri khas Anda ke dalam content tersebut.

Menggunakan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), Sumber: kaizenpro.asia
Menggunakan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), Sumber: kaizenpro.asia

5. Rutin Membagikan Konten

Rutin membagikan conten masuk dalam cara membuat content yang baik. Ketika Anda rajin mengupload content, maka audiens Anda akan semakin tertarik untuk mengikutinya. Misalnya saja pada platform Youtube, seorang Youtuber perlu mengupload kontennya secara rutin. Seminggu sekali atau seminggu 2 kali contohnya.

Konsisten upload content merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari audiens. Dengan begitu, akun Anda akan terlihat lebih menarik di mata audiens karena rutin mengupload content tersebut.

Rutin membagikan konten, Sumber: sekolabs.co.id
Rutin membagikan konten, Sumber: sekolabs.co.id

6. Lakukan Evaluasi

Cara membuat content yang berikutnya adalah melakukan evaluasi terhadapnya. Anda perlu melakukan evaluasi terhadap konten-konten yang telah diupload. Jadi Anda bisa melihat content mana yang mendapatkan banyak atensi dari audiens.

Dengan begitu, Anda bisa mengetahui content mana yang lebih disukai oleh para audiens. Jadi dalam pembuatan content, Anda tidak akan sembarangan lagi. Anda sudah mengetahui model content seperti apa yang disukai oleh audiens Anda.

Melakukan evaluasi, Sumber: doyanayam.com
Melakukan evaluasi, Sumber: doyanayam.com

Itulah tadi cara membuat konten yang tepat untuk memikat audiens. Setiap orang tentu saja memiliki caranya sendiri, namun cara diatas umum dilakukan untuk mendapatkan perhatian audiens. Jangan lupa sesuaikan juga dengan platform yang Anda gunakan. Karena setiap sosial media pasti memiliki karakter penggunanya yang berbeda-beda.

Kami senang membantu Anda