Salah satu yang menjadikan website itu bagus atau tidak, terutama di mata para pengguna internet adalah kecepatan dalam memuat halaman. Karena alasan itulah beberapa pengguna internet akan meninggalkan website yang memerlukan waktu lama untuk memuat halaman. Google yang menyadari hal ini kemudian meluncurkan Google AMP untuk memberikan solusi dari permasalahan ini.

Saat ini memang sebagian besar pengguna internet menggunakan perangkat mobile mereka untuk mengakses informasi. Dengan menggunakan Google AMP, kecepatan pemuatan halaman ketika menggunakan perangkat mobile bisa lebih meningkat. Lalu, apa itu Google AMP dan bagaimana cara menerapkan Google AMP pada website? Simak artikel ini hingga tuntas!

Apa itu Google AMP?

Google AMP
Kecepatan pemuatan website penting untuk UX website Anda. Sumber pexels.com @olly.

Google AMP adalah suatu teknologi yang memungkinkan pemuatan halaman website yang lebih cepat pada perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Google Accelerated Mobile Page yang merupakan kepanjangan dari Google AMP menjadi sangat penting di zaman yang menuntut segala hal harus serba cepat seperti saat ini.

Menurut halaman support Google sendiri, mayoritas pengunjung website akan meninggalkan halaman website yang mereka akses ketika pemuatan halaman memerlukan waktu lebih dari 3 detik. Mungkin Anda sendiri tidak pernah memperkirakan hal ini, padahal apa yang ditulis Google adalah fakta dari hasil riset.

Tentu saja hal ini memiliki efek yang buruk pada website Anda. Mulai dari penurunan pengunjung website yang mengakses menggunakan smartphone, sampai berpengaruh pada konversi. Karena hal ini penting, maka website yang akan di monetisasi tentu perlu memiliki fitur ini.

Beberapa tahun yang lalu ikon petir akan terpampang di halaman hasil mesin pencarian. Ikon ini akan membedakan mana halaman yang menggunakan fitur AMP dan mana halaman yang tidak menggunakan fitur AMP. Ikon petir ini semacam memberikan tanda kepada pengguna bahwa website yang bersangkutan memiliki pengalaman pengguna mobile yang baik.

Termasuk halaman teratas untuk Top Stories Google, website yang muncul pada bagian tersebut adalah halaman yang menggunakan AMP. Namun saat ini semua halaman, baik yang tidak menggunakan AMP ataupun menggunakan AMP bisa masuk di bagian Top Stories Google. Dan bahkan sejak saat ini ikon petir pada halaman hasil mesin pencari sudah ditiadakan.

Apakah AMP Mempengaruhi Peringkat Pencarian?

Sejak diluncurkan pertama kali, teknologi yang dikembangkan untuk kinerja yang lebih optimal pada perangkat mobile ini disinyalir memiliki pengaruh pada peringkat mesin pencarian. Terlebih lagi Google berada di belakang teknologi ini dan mereka menyarankan semua situs menggunakan fitur ini agar kinerja website menjadi lebih baik.

Apakah SEO dipengaruhi penggunaan AMP?

Sebenarnya, Google telah memberikan kecepatan pemuatan website sebagai faktor peringkat pada mesin pencari mereka. Dan AMP Google dibuat untuk kepentingan itu. Jadi kesimpulannya, kecepatanlah yang berpengaruh pada SEO, bukan penggunaan AMP. Fitur lain apapun sejenis AMP bisa digunakan untuk mempercepat website.

Namun jika membicarakan core web vitals semua akan berbeda. Pada pembaruan algoritma bulan Juli 2021, Google memberikan sinyal bahwa pembaruan yang menyangkut User Experience tersebut dipengaruhi oleh nilai yang dicapai core web vitals. Google mengatakan bahwa nilai ambang batas core web vitals yang dicapai pada sebuah website dipengaruhi oleh halaman yang menggunakan AMP.

Hal ini sedikit membingungkan. Namun yang bisa menjadi kesimpulannya adalah berikut ini :

  •  AMP bukan faktor penentu peringkat website
  • Kecepatan pemuatan adalah penentu peringkat website
  • AMP bermanfaat untuk kecepatan pemuatan
  • Kecepatan pemuatan website tidak hanya menggunakan AMP
  • AMP bermanfaat untuk nilai core web vitals
  • Core web vitals bermanfaat untuk peringkat website

Dengan demikian secara tidak langsung AMP Google memang memiliki pengaruh pada peringkat mesin pencarian.

Google AMP
Pemuatan halaman lebih dari tiga detik berpotensi pengguna menutup website Anda. Sumber pexels @michael-burrows.

Cara Kerja AMP Seperti Apa?

Seperti apa kinerja AMP pada website Anda? Mungkin sebelumnya Anda pernah mengakses halaman mesin pencarian dan Anda menemukan website yang menggunakan fitur AMP namun Anda tidak mengenalnya. Secara kasat mata memang seolah tidak ada bedanya antara website yang menggunakan AMP dan tidak. Perbedaan ada pada kecepatan.

Cara kerja AMP adalah melakukan pembatasan HTML/CSS dan JavaScript pada saat website dimuat. Dengan demikian proses rendering halaman website menjadi lebih cepat. Selain itu halaman website akan di cache oleh Google AMP ketika pemuatan, sehingga waktu muat menjadi lebih singkat. Teknologi ini tentu memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Halaman AMP dibuat dengan tiga komponen dimana tiga komponen tersebut bekerja sama untuk menghasilkan rendering atau pemuatan halaman yang maksimal. Tiga komponen tersebut adalah sebagai berikut :

HTML AMP

HTML AMP adalah HTML biasa dengan beberapa batasan untuk kinerja yang andal. Sebagian besar tag dalam HTML AMP adalah tag HTML biasa, namun, beberapa tag HTML diganti dengan tag khusus AMP. Tag khusus ini nantinya dijadikan pengaturan umum yang mudah diterapkan. Halaman AMP akan mudah ditemukan di mesin telusur dengan menggunakan tag ini.

JavaScript AMP

Seperti halnya pada HTML. Untuk JavaScript juga terjadi pembatasan sehingga untuk memastikan perenderan laman yang cepat maka hanya script AMP saja yang boleh muncul. Teknologi AMP JS membuat semua sumber daya eksternal menjadi tidak sinkron, sehingga tidak ada apa pun di halaman yang dapat memblokir apapun dari rendering sehingga rendering lancar.

JS AMP juga menggunakan teknik kinerja lain seperti sandboxing semua iframe, perhitungan tata letak setiap elemen halaman sebelum sumber daya dimuat dan penonaktifan pemilih CSS yang menjadikan loading lambat.

Cache AMP

Cache AMP digunakan untuk menyajikan halaman HTML AMP yang di-cache. AMP Cache adalah jaringan pengiriman konten berbasis proxy yang digunakan untuk mengirimkan semua dokumen AMP yang valid. Cache mengambil halaman HTML AMP, menyimpannya dalam cache, dan meningkatkan performa halaman secara otomatis.

AMP Cache dilengkapi dengan sistem validasi bawaan yang mengonfirmasi bahwa halaman dijamin berfungsi, dan tidak bergantung pada kekuatan eksternal yang dapat memperlambat halaman. Sistem validasi beroperasi pada serangkaian pernyataan yang mengonfirmasi bahwa mark-up halaman memenuhi spesifikasi HTML AMP.

Versi tambahan dari sistem validasi tersedia setiap halaman AMP. Versi ini mampu mencatat kesalahan validasi langsung ke konsol browser saat halaman di render, memungkinkan Anda melihat perubahan kompleks dalam kode Anda yang dapat berdampak pada kinerja dan pengalaman pengguna.

Cara Menggunakan Google AMP

Google AMP
Cara kerja AMP membatasi HTML/CSS dan Javascript. Sumber unsplash @emilep.

Cara menggunakan AMP pada website Anda cukup mudah, terutama untuk website yang menggunakan CMS WordPress. Anda hanya perlu mengunduh plugin yang bisa Anda dapatkan dengan gratis maupun berbayar. Antara yang gratis dan berbayar tentu ada perbedaannya. Namun versi gratis AMP sudah cukup untuk website Anda.

Beberapa plugin yang bisa Anda gunakan untuk pengaktifan AMP pada website Anda antara lain sebagai berikut :

  • AMP for WP
  • AMP for WordPress
  • Easy AMP
  • AMP Enhancer
  • Better AMP
  • AMP+ Plus
  • The Official AMP Plugin for WordPress

Penutup

Menggunakan AMP untuk website Anda memang penting di masa sekarang dimana akses internet sebagian besar menggunakan perangkat mobile. Sebenarnya banyak penyesuaian yang perlu dilakukan untuk mendapatkan audiens pengguna perangkat mobile. Penggunaan AMP Google adalah salah satunya.

Jika Anda menginginkan website Anda sesuai dengan pengguna internet perangkat mobile, maka pastikan Anda membangun website Anda dengan benar. SEO Anak Sholeh hadir sebagai perusahaan jasa pembuatan website yang bisa Anda andalkan. Segera hubungi kami!

Kami senang membantu Anda