Bisnis online adalah salah satu aktivitas yang ramai akhir-akhir ini. Penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh orang yang berada di dunia maya atau pengguna internet bertujuan untuk melakukan bisnis secara online. Bahkan tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 90% lebih.

Saat ini dunia maya memiliki penduduk tersendiri yang diberi nama netizen. Meskipun netizen sebenarnya adalah penduduk di dunia nyata, namun tidak persis demikian. Karena dunia maya memungkinan anonim, multiple akun dan bot untuk berkontribusi. Walhasil, bisa saja netizen akan lebih besar populasinya dibandingkan penduduk, namun juga bisa lebih kecil karena tidak semua penduduk menggunakan gadget atau memanfaatkan internet.

Karena 90% lebih netizen berinteraksi di dunia maya untuk mendapatkan keuntungan, bisnis online menjadi pembahasan tersendiri. Karena tentu saja, yang bisa dikenal hanyalah bisnis. Tetapi bagaimana mungkin ada bisnis online? Selanjutnya, apa saja bentuk bisnis online yang sering dilakukan? Simak ulasan berikut ini.

Ilustrasi Soft Selling dan Hard Selling
Ilustrasi bisnis online, Sumber : carainvestasibisnis.com

Bisnis online

Bisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk melakukan penawaran atau promosi baik barang maupun jasa kepada pihak lainnya yang tujuannya adalah mendapatkan laba atau keuntungan. Inilah pengertian bisnis secara umum yang dapat terlihat dari aktivitas salah satunya adalah jual beli.

Sekarang bagaimana dengan bisnis online? Bisnis online juga memiliki definisi yang sama karena juga merupakan aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Hanya saja, aktivitas ini dilakukan melalui platform yang berbeda, yaitu dunia maya yang terkoneksi melalui internet.

Sehingga aktivitas bisnis online hanya bisa dilakukan saat terdapat koneksi di dunia maya. Tanpa koneksi ini, aktivitas penawarannya dilakukan didunia nyata dan hanya sekedar disebut bisnis. Sehingga yang membedakan bisnis biasa dan online adalah tempat dilakukannya aktivitas ini, mulai dari penawaran hingga transaksi.

Marketplace di Indonesia, sumber Fajarpos.com
Marketplace di Indonesia, sumber Fajarpos.com

Saat melakukan bisnis online, tidak semua aktivitas mulai dari penawaran hingga transaksi harus dilakukan secara online. Terkadang beberapa pelaku hanya memanfaatkan internet untuk melakukan promosi atau penawaran sedangkan transaksinya dilanjutkan di dunia nyata. Namun, ini juga disebut bisnis online.

Marketplace atau online shop?

Secara umum, aktivitas bisnis online dilakukan melalui marketplace dan online shop. Penawaran atau promosi yang dilakukan menggunakan teknik yang disebut internet marketing atau marketing online. Jadi marketing online adalah teknis penawaran kepada para netizen oleh para pebisnis agar menarik para konsumen untuk melangkah ke jenjang selanjutnya, transaksi.

Selanjutnya, mana yang akan Anda pilih? Melalui marketplace atau online shop? Keduanya memiliki cara yang berbeda secara lebih spesifik meskipun sama-sama merupakan bisnis online. Selain itu juga keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Marketplace

Marketplace Online, sumber ig mgiss.co.uk
Marketplace Online, sumber ig mgiss.co.uk

Di Indonesia sendiri, terdapat dua marketplace yang sudah tergolong unicorn yaitu bukalapak dan tokopedia. Keduanya adalah aplikasi yang dipakai untuk melakukan bisnis online dengan cara menjadi penjual dan atau pembeli sekaligus. Semakin banyak pengguna aplikasi ini, tentu saja pasarnya akan semakin besar.

Jadi marketplace adalah penyedia tempat untuk aktivitas bisnis promosi sekaligus transaksi yang menghubungkan semua subjek bisnis baik penjual maupun pembeli secara online. Di dunia yang paling terkenal dan menjadi yang pertama kali membuka marketplace adalah Amazon dan eBay pada tahun 1995.

Apabila Anda tertarik untuk melakukan bisnis online pada marketplace, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Namun baik kelebihan dan kekurangan ini bukanlah faktor utama. Semua bergantung pada kondisi masing-masing pebisnis berdasarkan kapasitasnya.

Kelebihan menggunakan marketplace adalah dari segi pembiayaan promosi. Untuk menggunakan marketplace, Anda hanya perlu mendaftarkan diri kemudian melakukan penawaran produk atau jasa sesuai mekanisme yang ada yang semuanya gratis.

Ilustrasi Online Shop, sumber Vecteezy
Ilustrasi Online Shop, sumber @Vecteezy

Selanjutnya apabila perlu melakukan transaksi, marketplace sudah memiliki teknis untuk itu tanpa harus Anda tangani sendiri. Itulah kelebihan marketplace. Cenderung praktis dan murah dari segi pembiayaan dan transaksi. Namun bukan tanpa kekurangan.

Kekurangan menggunakan marketplace adalah dari segi improvisasi. Marketplace memiliki banyak pengguna sehingga suatu produk baik barang atau jasa bisa saja sudah ditawarkan oleh banyak penjual. Anda tidak mampu mengatur bagaimana cara agar para konsumen selalu melirik “lapak online” Anda. Semua berjalan “natural” sesuai mekanisme teknis marketplace.

Ditinjau dari segi keahlian, marketplace yang cenderung praktis ini tidak memungkin Anda untuk menyalurkan bakat marketing Anda. Karena tidak terdapat ruang untuk improvisasi kecuali sebatas pada produk yang Anda tawarkan, bukan improvisasi pada teknik penawaran atau penjualan.

2. Online Shop

Jika Anda pernah mendengar para pebisnis yang memanfaatkan website dan media sosial untuk aktivitas mereka, inilah yang disebut online shop. Saat ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan media sosial marketing seperti Instagram dan facebook misalnya, untuk melakukan promosi penjualan. Sebelum era media sosial, toko online ini berbentuk website-website bisnis.

Merancang Website Bisnis, sumber locko.co.zw
Merancang Website Bisnis, sumber locko.co.zw

Untuk melakukan promosi bisnis melalui online shop, pebisnis perlu memiliki website bisnis atau akun media sosial. Akun media sosial dapat dibuat secara gratis sedangkan untuk website bisnis ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Melalui keduanya, pebisnis juga bisa beriklan dengan biaya tertentu.

Kelebihan menggunakan online shop adalah kebebasan untuk melakukan promosi dan juga transaksi sesuai dengan rancangan masing-masing. Kebebasan ini memungkinkan para pebisnis untuk melakukan improvisasi, trial and error, bersaing sesuai kemampuan yang bisa mereka kerahkan masing-masing.

Misalnya Anda melakukan bisnis online melalui website. Anda bisa merancang website Anda baik dilakukan secara mandiri atau menggunakan jasa seo Jogja sesuai keinginan Anda. Anda dapat melakukan riset dan merancang skema marketing dan melahirkannya dalam bentuk website bisnis sesuai dengan brand produk bisnis yang Anda miliki.

Ilustrasi Media Sosial Pada Digital Marketing
Ilustrasi Media Sosial, Sumber : hipwee.com

Begitu juga apabila menggunakan media sosial. Anda bisa memanfaatkan fitur media sosial yang cenderung lebih fleksibel dibandingkan dengan marketplace dari segi komunikasi dan fitur lainnya. Fitur-fitur entertainment di media sosial seperti audio visual bisa lebih mengasah kemampuan marketing dan menarik pelanggan yang berpotensi menjadi pelanggan tetap selama kebutuhan mereka dapat Anda akomodir.

Kekurangan menggunakan online shop adalah pada resiko. Karena untuk online shop ibarat toko yang Anda bangun di dunia maya. Jika berjalan lancar, seluruh pembiayaan yang sudah Anda keluarkan untuk membangun toko akan kembali menjadi laba. Jika tidak berjalan lancar, bukan hanya produk bisnis yang tidak terjual, melainkan Anda juga akan kehilangan toko Anda.

Jadi, bisnis online adalah bisnis pada umumnya yang dilakukan pada lokasi yang berbeda dimensi dengan dunia nyata. Yaitu dunia maya yang saling terhubung dengan internet. Para pebisnis online bisa memanfaatkan “lapak” yang tersedia seperti marketplace, atau membangun sendiri “Toko” mereka menjadi online shop.

Semoga dapat membantu Anda untuk memahami bisnis online lebih jauh. Simak berbagai ulasan marketing online, digital marketing, optimasi web dan informasi lainnya di seoanaksholeh.com. Silahkan berikan komentar serta bagikan artikel ini.

WhatsApp Free Konsultasi