Tidak ada para pelaku bisnis yang ingin bisnisnya tutup buku. Kiranya inilah yang menjadi salah satu sebab keberadaan divisi marketing. Dimana saat ini, marketing telah berkembang menjadi digital marketing.

Meskipun masih sejalan dengan marketing, digital marketing memiliki bagian tersendiri yang berbeda dengan marketing konvensional. Perkembangan teknologi adalah salah satu faktor yang berkontribusi besar dari keberadaan digital marketing.

Dunia digital atau online ternyata menjadi bagian tersendiri dibandingkan dengan dunia nyata. Keduanya merupakan tempat tinggal, namun kecenderungan yang ada, dunia digital lebih mudah diakses dan jangkauannya lebih luas.

Nah, digital marketing berada di dunia digital atau online. Jangkauannya, kecepatannya, persaingannya berbeda satu sama lain. Bagaimana sebenarnya aktivitas marketing digital dan apa alasan tepat bagi pebisnis untuk merambah ke dunia digital?

Ilustrasi-Pendekatan-Digital-Pada-Bisnis
Ilustrasi Pendekatan Digital Pada Bisnis, Sumber : radarmalang.id

Definisi digital marketing

Bagian pertama adalah pemahaman tentang digital marketing. Jika definisi marketing sudah familiar bagi kebanyakan orang, berbeda dengan definisi dari digital. Digital merupakan salah satu kemajuan di tengah peradaban manusia.

Digital berasal dari bahasa Yunani yang bermakna jari jemari. Dimana jari jemari berjumlah 10. Sehingga digital sangat lekat dengan bilangan biner yaitu bilangan yang hanya terdiri dari angka 0 dan angka 1.

Konsep bilangan biner ini melahirkan dua bidang pembahasan, yaitu elektronik dan komputer. Sehingga secara mudah, digital adalah dunia yang berkaitan dengan elektronik dan komputer. Segala hal yang membutuhkan elektronik dan komputer merupakan digital.

Digital marketing adalah aktivitas penjualan untuk mendapatkan keuntungan yang menggunakan medium berupa elektronik dan komputer. Saat ini, bidang digital ini berbentuk website, social media marketing, iklan PPC, email marketing, hingga SEO.

Data Pengguna Internet

Website, social media marketing, email marketing, iklan PPC dan SEO bisa dilakukan secara online. Karenanya yang harus menjadi perhatian adalah pengguna internet. Karena pengguna internet inilah yang kemudian menjadi sumber penghasilan bagi para pelaku digital marketing.

Saat ini, platform digital yang paling sering diakses adalah media sosial. Karena lebih fleksibel, bisa diakses hampir di semua tempat, setiap waktu dan bisa menjangkau khalayak hingga ke berbagai belahan dunia. Selain itu, media sosial dapat diakses dengan tanpa mengeluarkan biaya.

Ilustrasi Media Sosial
Ilustrasi Media Sosial, Sumber : marketingland.com

Berbeda dengan iklan elektronik yang tidak terhubung dengan internet, memiliki jangkauan yang terbatas dan tidak begitu fleksibel. Selain itu, iklan elektronik membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan melalui akun media sosial.

Data pengguna internet di Indonesia lambat laun selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebagai salah satu negara berpenduduk besar di dunia, tentu saja peningkatan jumlah pengguna internet akan menjadi potensi bertambahnya trafik penjualan secara online.

Tercatat untuk tahun 2018, pengguna internet di Indonesia mencapai 171 juta lebih penduduk Indonesia menggunakan internet. Ini merupakan peningkatan sebesar 10,12% dibandingkan tahun 2017.

Pengguna internet ini tersebar di seluruh daerah yang terdapat di Indonesia. Namun tentu saja lebih banyak yang berasal dari pulau Jawa. Karena pulau Jawa lebih maju dibandingkan dengan daerah lainnya dan lebih padat penduduk dibandingkan dengan pulau lainnya.

Perbedaan Marketing Konvensional dan Marketing Digital

Marketing Konvensional dan Marketing Digital memiliki perbedaan secara lebih spesifik. Sebagian perbedaan tersebut sudah terdeskripsikan pada ulasan sebelumnya. Nah, berikut perbedaannya secara spesifik :

1. Media

Marketing Konvensional bisa dikatakan sebagai marketing langsung tanpa membutuhkan media. Sedangkan pemasaran onlline, karena menggunakan media digital, penawarannya bersifat simbolik atau sampel yang bisa dimuat dalam media elektronik atau media online yang dipakai.

2. Konsumen

Karena berinteraksi langsung secara fisik di dunia nyata, marketing konvensional hanya bisa melakukan engagement bersama konsumen yang jumlahnya terbatas. Sedangkan marketing digital bisa lebih mudah oleh karena akses perangkat digital yang menjangkau bahkan hingga ke luar negeri.

Ilustrasi SEO, sumber ig frikidigitalhub
Ilustrasi SEO, sumber ig @frikidigitalhub

3. Biaya

Marketing konvensional membutuhkan biaya berupa harga yang harus dibayarkan kepada marketer. Jerih payah mereka harus tetap diberikan imbalannya meskipun belum tentu meraih hasil penjualan. Sedangkan marketing digital untuk bagian tertentu yaitu media sosial, hampir dipastikan sama sekali tidak membutuhkan pembiayaan.

4. Teknik Komunikasi

Karena harus menemui konsumen secara langsung, penjualan konvensional hanya bisa memberikan penawaran dengan pembicaraan. Sedangkan untuk media digital dapat dilakukan dengan cara bukan hanya pembicaraan tidak langsung, tetapi juga menggunakan penawaran secara visual yang lebih simpel.

Kelebihan Marketing Digital

1. Fleksibilitas

Marketing digital lebih otomatis karena bisa dilakukan kapan saja. Selama pengguna internet masih online, seluruh media, iklan, email bisa diakses dan terlihat oleh mereka. Tanpa harus dibatasi oleh waktu dan tempat.

2. Efisiensi Biaya

Biaya operasional marketing digital lebih ekonomis dibandingkan dengan marketing konvensional. Misalnya marketing digital harus menggunakan alat promosi yang bisa habis masa pakai sedangkan marketing digital tidak demikian.

Namun hal ini relatif. Banyak pelaku yang ingin jalan pintas sehingga meskipun menggunakan marketing digital, mereka harus membayar mahal jalan pintas tersebut. Tetapi juga tersedia banyak cara penjualan digital yang tidak perlu mengeluarkan biaya.

3. Jangkuan Luas

Di dunia nyata, interaksi manusia terbatasi oleh ruang dan waktu. Berbeda dengan transaksi online. Transaksi online relatif bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Ini merupakan perbedaan yang signifikan dengan cara penjualan konvensional.

Ilustrasi Digital Marketing, sumber ig simplysocial.de
Ilustrasi Digital Marketing, sumber ig simplysocial.de

4. Lebih Praktis

Marketing digital, lebih mudah dipraktikkan siapa saja karena skill yang dibutuhkan juga mencakup penggunaan alat digital. Terkadang, sekedar mampu memanfaatkan alat-alat sudah memberikan hasil tanpa harus memahami prinsip-prinsip marketing.

Namun akan lebih baik lagi apabila kemampuan menggunakan alat-alat digital dibarengi dengan pemahaman tentang prinsip dasar marketing. Karena pasti sedikit banyak akan berdampak pada persaingan dalam penjualan.

5. Persaingan Ketat Antar Usaha

Kebanyakan usaha-usaha baru atau usaha kecil segera tereliminasi oleh karena usaha yang besar telah mampu menguasai pasar secara umum. Namun, tidak begitu dalam dunia digital. Pelanggan yang nota bene pengguna internet cenderung merdeka karena bisa berasal dari berbagai lokasi dan waktu.

Lihat saja bagaimana lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan penjualan pada marketing konvensional. Lokasi strategis ini kebanyakan membutuhkan biaya mahal sehingga usaha besar-lah yang akan menguasainya.

Sedangkan arena persaingan digital adalah dunia online yang cenderung tidak bisa dibedakan arena persaingannya. Semuanya, baik usaha besar dan kecil atau baru akan bersaing secara sehat.

Itu dia berbagai ulasan dan informasi tentang digital marketing yang berhasil dirangkum redaksi SEO Anak Sholeh. Bagaimana, sudahkan menemukan alasan yang tepat untuk merambah ke dunia digital marketing?

Jika masih ragu, segeralah cari informasi tambahan yang dapat memuaskan rasa ingin tahu Anda. Semoga ulasan ini bisa memberikan manfaat. Nantikan berbagai update informasi mengenai digital marketing, SEO, Desain web dan informasi lainnya.