Dalam menjual produk tentu setiap penjual, dan mungkin termasuk anda akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan pelanggan yang loyal, salah satunya adalah dengan marketing funnel strategy atau biasa disebut dengan corong pemasaran, namun kami lebih memilih menggunakan kata asli dari bahasa Inggris.

Konsumen yang loyal dan membeli produk anda kembali akan memberikan dampak yang signifikan bagi bisnis anda selain karena mereka akan melakukan repeat order. Salah satunya adalah ulasan yang baikdiamana ulasan yang positif pada website penjualan anda mampu memberikan rating yang menjadikan kepercayaan bagi pelanggan baru.

Hal lain yang lebih utama adalah ketika pelanggan loyalis anda memberikan rekomendasi kepada orang lain secara langsung, artinya dari mulut ke mulut, mengenai produk anda tentu ini mampu menciptakan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi daripada ulasan di website anda. Bagaimana cara menciptakan kondisi ini dan mempertahankannya ?

Marketing Funnel Strategy

Marketing Funnel Strategy
Skema digital marketing funelling. Sumber marketing profs.com

Banyak artkel yang membahas bagaimana dan seperti apa proses pembelian yang di lakukan oleh pelanggan hingga ia menjadi pelanggan tetap dan bahkan menjadi loyalis suatu produk. Urutan dari proses pelanggan mengalami masalah, atau membutuhkan sesuatu kemudian mencari informasi sampai ia benar-bear membeli dan menjadi loyalis dapat di gambarkan sebagai sebuah corong pemasaran.

Dalam proses yang berlangsung, anda saebagai pebisnis bisa mengambil bagian, dengan cara mempengaruhi calon konsumen untuk bertindak sesuai dengan arahan anda, dan itu dilakukan dengan cara yang super halus. Pada artikel ini kami dari SEO Anak Sholeh akan mengupas bagaimana corong ini, atau marketing funnel strategy berjalan.

Pengambilan Keputusan Konsumen

Jika mau jujur, sebenarnya semua pebisnis menginginkan pelanggan yang membeli produk anda untuk mencari atau mendapatkan solusi dari permasalahan yang mereka dapatkan. Secara kasar bisa diumpamakan, penjual nasi goreng atau makanan apapun tentu lebih suka dagangannya dibeli oleh pembeli yang kelaparan, bukan pembeli yang membeli dagangan karena penjualnya cantik.

Karena itu urutan prosesnya bisa diuraikan dalam poin-poin berikut ini. Dalam hal ini kami akan mengumpamakan dalam kasus pembelian nasi goreng oleh seseorang.

1. Masalah

Seseorang atau kita sebut konsumen mulai memiliki masalah. Masalah yang ia hadapi kadang datang secara spontan, namun ada juga yang memang disimpan untuk diselesakan di kemudian hari.

Dalam pembahasan ini kami memberikan pemisalan masalah spontan yakni : rasa lapar.

2. Pencarian informasi

Biasanya konsumen akan mengingat informasi yang telah diterima sebelumnya, dimana ia bisa mengatasi masalah yang sedang ia hadapi.

Konsumen akan menumbuhkan ingatan tentang warung nasi goreng terdekat. Bisa berupa ingat akan lokasi lapak yang menjual nasi goreng, plakat yang tertera, atau memang mendapatkan rekomendasi dari orang lain mengenai nasi goreng yang enak dan sebagainya.

3. Mempertimbangkan

Konsumen akan mempertimbangkan berbagai pilihan yang ada di benaknya. Konsumen baru tidak memiliki pijakan yang kuat.

Ia kan memilih dimana ia akan membeli nasi goreng. Ada banyak pilihan. Rekomendasi orang lain tentang nasi goreng biasanya yang terkuat. Namun itu bukan sesuatu yang pasti.

4. Memutuskan

Konsumen menentukan keputusannya. Dalam memutuskan hal ini konsumen tidak sembarang memutuskan. Ada banyak faktor penghambat dan konsumen memiliki alasan dengan keputusan yang ia lakukan.

Ia membeli nasi goreng sesuai dengan pilihannya.

5. Evaluasi

Konsumen mengevaluasi pembelian mereka.

Apakah mereka tidak lapar lagi karena porsnya banyak, apakah nasi gorengnya enak, apakah harganya murah dan lainnya.

Bagaimana Konsumen Berperilaku ?

Perilaku konsumen dari ia memiliki masalah sampai ia mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut sebenarnya tidak memiliki pola yang baku di antara setiap individu dan mungkin berbeda jika ada pada situasi yang berbeda. Semua perilaku konsumen tidak bisa diprediksi dengan pasti dan tidak bisa diukur.

Terkadang konsumen tidak berperilaku seperti yang sudah diuraikan diatas karena berbagai hal. Mungkin karena produk terlampau mahal untuk ukuran mereka, lokasi yang jauh, lapak yang ramai sehingga konsumen malas untuk masuk dan berbagai faktor lain yang mempengaruhi keputusan konsumen. Hal ini kami menyebutnya sebagai faktor penghambat.

Namun tidak jarang konsumen berpelikau tidak berdasar pada faktor tersebut. Mereka bergerak berdasarkan perasaan emosional mereka seperti kampanye Buy Muslim First, Beli Indonesia atau hal lain yang ternyata bisa menciptakan pola baru dan benar benar berbeda. Disinilah, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa tidak ada pola yang baku dalam menyikapi alur perjalanan konsumen.

Ikut Ambil Bagian

Karena tidak ada yang baku itulah, anda sebagai pebisnis harus mampu masuk dan mengambil bagian dalam menentukan keputusan konsumen dalam perjalanannya. Konsumen baru sebenarnya masih labil, sehingga tidak ada pijakan yang kuat sehingga anda bisa ‘menguatkannya’ dan mereka akan memberikan kepercayaan pada produk anda.

Mengelola perjalanan konsumen menuju akhir yang sesuai dengan keinginan anda membutuhkan pemahaman bagaimana konsumen dengan berbagai karakteristik menentukan keputusan yang terkait dengan jenis produk yang anda jual. Peran anda sebagai pebisnis adalah membuat konten yang dengan lembut memandu konsumen menuju keputusan, mengatasi hambatan yang terjadi dalam mengambil keputusan.

Untuk mengelola perjalanan konsumen harusnya anda mengetahui di mana posisi konsumen yang anda prospek saat ini, sehingga anda mengetahui dengan treatment seperti apa anda memberikan ‘panduan’ kepada konsumen agar mereka menentukan keputusan terbaik, yakni sesuai dengan harapan anda.

1. Menyajikan Informasi

Ketika konsumen mencari informasi di dunia maya, anda sebisa mungkin menyajikan informasi yang relevan sesuai dengan informasi yang dicari oleh kosumen. Anda bisa memaksimalkan penggunaan mesin pencari dengan menggunakan jasa SEO. Dengan menggunakan jasa SEO, website anda akan berada di urutan page pertama SERP.

Banyak pilihan kata kunci yang bisa anda jadikan target optimasi, anda bisa melakukan riset kata kunci di berbagai tools yang disediakan baik berbayar atau gratis. Local SEO juga berpengaruh dengan penargetan konsumen di daerah tertentu. Anda bisa menggunakan metode ini untuk mencari peluang di persaingan yang lebih spesifik dalam satu kota.

2. Selling Content

Marketing Funnel Strategy
Konten marketing harus dibuat dengan jitu. Sumber Unsplash

Dalam membuat konten penjualan, anda tentu harus mampu menjawab apa-apa yang menjadi hambatan konsumen dalam menentukan keputusan. Dalam fase mempertimbangkan ini, anda seharusnya membuat konten yang benar-benar mampu mempengaruhi konsumen dalam menelurkan keputusan.

Sampaikan keunggulan produk anda dan juga siapkan jawaban atas pertanyaan dan kebimbangan konsumen dalam memilih produk yang beraneka ragam daari banyak penjual. Artinya anda harus menyingkirkan faktor penghambat yang menjadikan konsumen kesulitan untuk memberikan keputusan.

Kemas landing page anda dengan benar dan pelajari cara membuat konten di landing page yang jitu. Anda bisa menggunakan metode hard selling maupun soft selling. Masing-masing ada kelemahan dan kelebihannya. Pemilihan metode tersebut juga tergantung pada produk yang anda tawarkan.

Penutup

Marketing funnel strategy memang penting untuk dipelajari. Banyak teori funneling yang di ramu oleh pakar pemasaran di seluruh dunia yang bisa anda pelajari. Namun, mereka belum tentu memahami keadaan pasar anda karena mereka memberikan formula berdasarkan riset atau pengalaman yang mereka alami.

SEO Anak Sholeh yang bergerak dalam memberikan jasa SEO menyediakan kosultasi pemasaran bagi klien yang emmerlukannya. Karena itu ambil kesempatan ini untuk mendapatkan masukan dan panduan dari tim kami. Segera hubungi SEO Anak Sholeh untuk kemajuan usaha anda.