Pemasaran jasa adalah setiap tindakan jasa yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

Konsep pemasaran jasa secara sederhana sebagai usaha untuk mempertemukan produk atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan calon pelanggan yang akan menggunakan jasa tersebut. Oleh karena itu, produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Pemasaran jasa merupakan disiplin ilmu yang masih relatif baru. Industri jasa pada saat ini merupakan sektor ekonomi yang sangat besar dan tumbuh sangat pesat. Pertumbuhan tersebut akibat dari tuntutan dan perkembangan teknologi.

Karakteristik Jasa

Ilustrasi Bisnis Jasa
Ilustrasi Bisnis Jasa, Sumber : jojonomic.com

Jasa memiliki karakteristik yang luas, yang membedakan dari produk berupa barang. Karakteristik tersebut menimbulkan implikasi yang penting dalam pemasaran jasa. Kotler dan Armstrong menjelaskan bahwa jasa memiliki empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Tidak Berwujud (Intangibility)

Jasa tidak dapat dilihat, diraba, dirasa, didengar, dicium, atau menggunakan indra lainnya sebelum jasa itu dibeli. Hal inilah yang membedakan jasa dengan hasil produksi (produk) perusahaan.

Penampilan suatu barang jasa diwakili oleh wujud tertentu seperti perbuatan, penampilan, atau sebuah usaha lainnya yang tidak dapat disimpan, dipakai, atau ditempatkan di suatu tempat yang diinginkan. Wujud inilah yang dapat membentuk pengalaman dan mempengaruhi kepuasan konsumen. Hal inilah yang membuat sulit untuk mengevaluasi suatu produk layanan.

Oleh karena itu, tugas perusahaan adalah untuk memberikan pelayanan yang nyata pada satu atau lebih cara dan mengirim sinyal yang tepat tentang kualitas perusahaan.

2. Tidak Terpisahkan (Inseparability)

Jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedia pelayanannya, baik orang-orang maupun mesin. Jika seorang karyawan memberikan pelayanan, maka karyawan menjadi bagian dari pelayanan tersebut karena pelanggan juga hadir pada saat jasa dihasilkan.

Jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan. Tidak seperti barang fisik yang diproduksi, disimpan dalam persediaan, didistribusikan lewat berbagai penjualan, dan baru kemudian dikonsumsi, jasa biasanya dijual dahulu kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan atau tidak dipisahkan.

3. Bervariasi (Variability)

Jasa sangat bervariasi karena tergantung pada siapa yang menyediakan dan kapan serta dimana jasa itu dilakukan. Misalnya jasa yang diberikan oleh suatu hotel. Walaupun setiap hotel mempunyai standar yang sama, tetapi jasa yang diberikan akan bervariasi.

Contohnya, ketika seorang karyawan hotel ramah sedangkan yang satu lagi tidak. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pelayanan karyawan bervariasi sesuai dengan energinya dan pemikirannya pada saat setiap bertemu dengan pelanggan.

4. Tidak Tahan Lama (Perishability)

Suatu jasa tidak dapat disimpan untuk dipakai ke depannya. Seorang calon penumpang yang telah membeli tiket pesawat untuk suatu tujuan tertentu tetap dikenakan biaya administrasi, walaupun dia tidak jadi berangkat.

Tidak tahan lamanya jasa tidak jadi masalah bila permintaan tetap. Tetapi jika permintaan berfluktuasi, perusahaan jasa dapat menghadapi masalah yang rumit. Suatu hotel akan berbeda tingkat hunian kamarnya pada musim liburan dan hari biasa, sehingga hotel dapat menaikkan harga di saat musim liburan.

Tujuan Pemasaran Jasa

Ilustrasi Pemasaran Jasa
Ilustrasi Pemasaran Jasa, Sumber : pelajaran.co.id

Jasa merupakan tindakan atau kegiatan yang mencakup semua aktivitas yang output-nya berupa kinerja (hasil) yang diterima oleh pelanggan atau konsumen.

Antara pelanggan atau konsumen dan produsen (pihak pemberi jasa) mempunyai keterkaitan satu sama lain, hal tersebut dapat terlihat dalam nilai tambah (value) yang diberikan oleh produsen (pihak pemberi jasa) kepada pelanggan atau konsumen dalam bentuk kenyamanan, hiburan kecepatan dan kesehatan.

Terdapat dua tujuan pemasaran jasa, yaitu commercial services dan non-profit services, berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Commercial Services

Jasa yang bertujuan untuk mendapatkan laba. Contoh: jasa pembuatan website, dimana jasa ini bertujuan untuk mendapatkan laba dengan cara membuatkan website konsumen.

2. Non-Profit Services

Jasa yang bertujuan untuk kepentingan sosial. Contoh: Museum, dimana jasa ini bertujuan untuk memberikan info kepada konsumen museum, tanpa mengincar laba.

Strategi Pemasaran Jasa

Ilustrasi Strategi Bisnis
Ilustrasi Strategi Bisnis, Sumber : medium.com

Pemasaran jasa merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dianggap sebagai fungsi tersendiri. Adanya konsumen berpotensial yang mempunyai kebutuhan dan keinginan tertentu, serta mau dan mampu berpartisipasi dalam pertukaran yang sudah disepakati untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Adapun strategi pemasaran jasa, berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Peran Karyawan

Pelayanan yang dilakukan karyawan dengan baik pada konsumen termasuk daya tarik tersendiri untuk konsumen. Sebab, citra perusahaan ditentukan oleh kinerja karyawan. Penentuan harga yang ditawarkan sebaiknya disesuaikan dengan manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang diberikan.

2. Pelayanan Efisien

Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai keinginan konsumen, secara tidak langsung hal tersebut bisa mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang ditawarkan. Sebab, pada umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama akan pelayanan yang mereka butuhkan.

3. Pengelolaan Kualitas

Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan dirinya dengan menghantarkan kualitas yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan pesaingnya, dimana penyedia jasa harus mengidentifikasi apa yang diharapkan pelanggan sasaran terhadap kualitas jasa.

4. Pengelolaan Produktivitas

Dengan biaya yang meningkat cepat, perusahaan jasa mendapat tekanan besar untuk meningkatkan produktivitas jasa. Hal ini dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti melatih karyawan lama dengan lebih baik atau mempekerjakan karyawan baru yang akan bekerja lebih terampil.

Selain itu, bisa dengan meningkatkan kuantitas jasa mereka dengan mengurangi sejumlah kualitas jasa, juga dapat mengindustrialisasi jasa dengan menambahkan perlengkapan dan menetapkan standar produksi, dan yang terakhir, penyedia jasa bisa mempergunakan kekuatan teknologi.

3. Penggunaan Teknologi

Untuk bisa menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi konsumen. Jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen.

4. Penyesuaian Budaya

Budaya yang berkembang pada saat ini akan sangat mempengaruhi peluang akan pasar jasa. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan dengan budaya yang berkembang.

Demikianlah ulasan mengenai pemasaran jasa. Tentu hal tersebut penting untuk diaplikasikan demi meraih kemajuan perusahaan Anda. Semoga informasi ini bermanfaat. Yuk baca artikel bermanfaat lainnya di SEO Anak Sholeh!