Dalam dunia SEO yang semakin ketat, membangun backlink berkualitas sangat diperlukan disamping harus adanya konten yang berkualitas. Backlink dapat dibangun pada berbagai sumber yang terpercaya.Dalam hal ini adalah website yang memiliki nilai Domain Authority yang tinggi. Jika itu sudah dilakukan cek broken link tetap di lakukan untuk memastikan bahwa link yang kita tanam pada website masih bekerja dengan baik.

Jika website sudah dioptimasi dalam waktu cukup lama maka konten dan juga backlink yang telah di buat harusnya sudah banyak dan tersebar. Dengan demikian terkadang kita tidak begitu memperhatikan backlink yang sudah ditanam karena banyaknya backlink yang sudah dibuat. Mungkin kita akan menganggap semua akan baik-baik saja karena kita sudah membiarkannya.

Cek Broken Link
Pengunjung akan kapok mengunjungi website yang pernah menemui halaman error 404. Sumber Unsplash

Sebenarnya tidak seperti itu, karena suatu susunan url yng nantinya membentuk link dan kita menggunakannya sewaktu-waktu bisa dirubah tanpa kita ketahui. Apalagi link yang dari luar website kita atau outbound link. Itulah mengapa cek broken link sangat dianjurkan mengingat kekuatan suatu website adalah pada backlink selain konten berkualitas.

Apa itu broken link

Broken link biasa disebut juga dead link oleh sebagian orang.

Broken link adalah suatu link yang tertanam pada anchor text dan ketika kita melakukan klik atas link tersebut maka tidak akan measuk ke halaan yang dimaksud. Biasanya masuk ke halaman error 404. dan hal ini sangatlah mengganggu kenyamanan dalam berselancar.

Keberadaan broken link disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang dari kelalaian pemilik website sendiri atau memang dari faktor luar. Dari kedua sebab tersebut sama-sama menjengkelkan. Maka dibawah ini akan kita uraikan beberapa penyebab terjadinya broken link.

Penyebab broken link

Ketika kita asyik berselancar di dunia maya dan sewaktu melakukan klik ke text yang menandakan terdapat link dan ternyata malah masuk ke halaman pemberitahuan error 404. itu artinya kita menemui broken link pada website tersebut. Sebelum kita memutuskan untuk cek broken link maka lebih baik mempelajari dulu penyebab adanya broken link pada website. Dibawah ini beberapa penyebab broken link:

Perubahan domain

Nama domain yang berubah otomatis merubah susunan url pada website. Maka sebelum memutuskan merubah nama domain kita harus berpikir mendalam dahulu. Apalagi domain tersebut sudah tersebar di berbagai jaringan blog, medsos atau forum. Pelajaran yang bisa diambil terutama untuk pemilik website baru maka tentukanlah nama domain dengan seksama dan pastokan nama tersebut tidak akan berganti dalam waktu yang lama. Hal itu berlaku juga pada ekstensi domain yang dipakai.

Perubahan direktory

Direktory adalah suatu informasi lokasi suatu konten atau file pada web atau komputer. Maka dengan merubah direktory otomatis url yang digunakan juga berubah. Penggunaan direktory memudahkan untuk mengkategorikan konten atau file. Dengan direktori itulah kita akan mudah dalam melacak suatu file. Analoginya adalah sebagai berikut: Alamat saya adalah : indonesia.com/jogjakarta/bantul/kec-pleret/kel-pleret/kerto/saya Alamat saya berubah menjadi : indonesia.com/jogjakarta/bantul/kec-pleret/kel-pleret/karet/saya Dengan perubahan alamat tersebut tentu saja akan membingungkan para pencari informasi karena dalam catatan mereka informasi alamat saya adalah pada alamat pertama yang belum dirubah.

File sistem atau konten terhapus

Jika file sistem terhapus (biasanya pdf atau jpg atau file lainnya) maka url yang menuju ke alamat file yang terhapus tersebut tidak akan berfungsi. Hal serupa berlaku juga pada konten website. Kita sudah membuat suatu konten (misal konten A) dan menyebarkan link konten tersebut sebagai internal link pada konten lainnya (konten X) dan disisipkan pada anchor text maka jangan sekali-kali menghapus konten A. Penghapusan konten tersebut menimbulkan adanya broken link.

Merubah url

Perubahan url ini biasanya terjadi pada saat penulisan url secara manual dan tidak di copy paste. Jadi permasalahan seperti ini biasanya memiliki presentase sedikit. Penulisan url lebih mudah menggunakan copy paste. Akan tetapi biasanya yang terjadi pada pengelola website adalah merubah permalink tanpa merubah link yang sudah ditanam di tempat lain. Maka ketika membuat konten yang akan di posting harus benar-benar dibuat permalink yang paten dan tidak diubah-ubah.

Masalah lain yang berkaitan dengan broken link

Selain masalah pada link yang dibuat, link atau url yang diakses tidak menampilkan halaman yang dituju juga bisa disebabkan oleh hal berilut ini :

Masalah cache

Cache adalah petimpanan data sementara pada sebuah HTML yang bertujuan untuk memperkecil penggunaan bandwith. Selain itu penyimpanan cache akan mempercepat proses loading suatu halaman. Akan tetapi proses ini kadang bermasalah dalam sebuah browser. Ketika mengakses alamat website atau url dan mendapati error 404 pada sebuah browser dan ternyata berjalan normal pada browser lainnya maka hal tersebut dipastikan ada pada masalah caching. Dengan melakukan clear cache pada browser masalah akan selesai.

Propagasi domain

Propagasi domain adalah pengalihan dari suatu domain ke domain lainnya. Dalam proses ini membutuhkan waktu yang lama. Oleh karenanya ketika pengalihan domain tersebut belum sepenuhnya selesai maka website yang diakses akan menampilkan error 404.

Cek Broken Link
Halaman error 404. Sumber capture

Broken link buruk untuk website

Segera cek broken link pada wensite kita sebelum website benar-benar turun reputasinya. Ada beberapa hal yang membuat website kita menurun reputasinya.

Menurunkan SERP

Adanya broken link pada website kita sangat merugikan posisi website pada peringkat SERP. Hal ini tentu saja bisa terjadi. Ketika btoken link tersebut ternyata tertanam pada internal link kita, atau outbond link kita, atau malah sebagai backlink pada saat membuat backlink PBN maka nilai dari link tersebut akan hilang di mata mesin pencari karena link tersebut telah mati.

Membuat kapok pengunjung

Cek Broken Link
Informasi dari siteimprove. Sumber Capture

Pada sebuah survey yang dimuat pada siteimprove.com mengungkapkan bahwa sekitar 88% visitor website tidak akan pernah mengunjungi kembali website yang terdapat pemberitahuan error 404 ketika mengunjungi website tersebut. Dan seperti yang sudah dijelaskan di depan bahwa error 404 bisa di karenakan url pada halaman yang dituju telah rusak.

Kesimpulan

Jangan sampai peluang yang akan kita raih raib begitu saja ketika masalah broken link yang sebenarnya bisa kita atasi tersebut tidak teratasi dengan baik karena kemalasan kita dalam menjaga website tetap optimal. Maka menjaga website tetap optimal sangat penting dan salah satu langkahnya adalah selalu cek broken link pada website kita.

Itulah ulasan mengenai broken link. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk melakukan cek broken link jika website kita mengalami penurunan pringkat pada SERP. Siapa tahu penyebab dari penurunan peringkat SERP tersebut dikarenakan adanya broken link atau url rusak pada sebuah konten.

WhatsApp Free Konsultasi