Ternyata hubungan antara optimasi web dan optimasi konten adalah pembahasan tersendiri. Perhatian para SEO pada konten biasanya hanya sebatas agar bagaimana website memiliki isi dan terus terupdate. Padahal, untuk menjaga rangking atau menaikkan rangking pada mesin pencarian, konten juga harus memenuhi kriteria yang bagus sebagai muatan sebuah website.

Mengetahui fungsi konten pada SEO adalah salah satu kunci untuk mendapatkan rangking yang bagus pada mesin pencarian. Tetapi bukan hanya sebatas keberadaan konten saja, namun, konten yang teroptimasi-lah yang dapat mendukung optimasi halaman website sehingga mendapatkan posisi yang bagus pada mesin pencarian.

Peran Optimasi pada konten untuk Optimasi Halaman Website

Apakah Anda termasuk salah satu yang membuat konten hanya sekedar untuk memberikan update pada blog atau web Anda? Tidak ada yang salah dalam hal ini. Memang sebuah website akan dapat menjaga trafik bahkan meningkatkannya saat melakukan update. Karena dapat meningkatkan engagement. Dibandingkan web yang isinya sudah ketinggalan dan membuat para user bosan.

Seharusnya saat menerbitkan konten, Anda bisa mendapatkan rangking yang bagus, trafik yang bagus, interaksi kepada user (engagement), memberikan perkembangan pada website dan dapat memberikan manfaat pada user melalui konten Anda. Maka, salah satu atau beberapa potensi ini harus menjadi tujuan Anda saat membuat konten. Bukan sekedar memberikan update pada website atau blog Anda.

Jadi, konten memiliki peran penting dalam menaikkan rangking website. Karena membuat konten agar dapat memenuhi kriteria yang bagus atau disebut sebagai optimasi konten menjadi salah satu aktivitas yang perlu dilakukan. Apa saja kriteria konten yang teroptimasi? Simak 16 kriteria berikut ini.

Elemen penting untuk melakukan optimasi pada konten

Untuk memiliki halaman website atau blog yang teroptimasi, maka perlu dilakukan langkah optimasi pada konten halaman. Berikut kriteria agar konten teroptimasi dengan baik :

1. Menarget kata kunci

Konten pada halaman website hendaklah bukan sekedar sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Namun harus menargetkan kata kunci didalamnya. Lebih bagus lagi apabila terlebih dahulu melakukan riset keyword baru membuat konten berdasarkan keyword yang telah dipilih.

Ilustrasi Keyword Untuk Konten, sumber ig roxbcopywriting
Ilustrasi Keyword Untuk Konten, sumber ig @roxbcopywriting

2. Membuat URL yang “pas”

Alamat url biasanya terinspirasi dari judul. Bahkan terkadang memuat kalimat title seluruhnya. Kriteria agar dapat menjadi konten yang teroptimasi, maka url harus dibuat seoptimal mungkin dan memuat keyword yang ditarget didalamnya. Sehingga tidak perlu panjang apalagi memuat seluruh kalimat title tetapi harus merupakan kalimat, bukan kata-kata yang sesudah di edit menjadi ambigu atau bahkan tidak bermakna.

3. Mengoptimasi Title Tag

Begitu juga terkait title tag yang menjadi penanda tab halaman pada web browser. Harus pas dan memuat keyword yang ditarget. Google title tag biasanya dapat memuat 60 karakter. Namun, untuk mengoptimasi, pastikan title tag halaman Anda memuat dibawah 60 karakter.

4. Mengoptimasi Meta Deskripsi

Pada list yang ditampilkan oleh mesin pencarian, terdapat beberapa kalimat yang menjadi deskripsi konten yang dimuat pada halaman sebelum dibuka. Lakukan optimasi dengan membuat kalimat meta deskripsi yang menarik, persuasif dan memuat keyword yang Anda target. Selain untuk mengoptimasi konten, optimasi meta deskripsi ini juga bisa meningkatkan trafik organik.

5. Mengoptimasi H1 (judul)

Sebagaimana optimasi title tag, pastikan H1 memuat keyword yang menjadi target Anda. Selain itu, buatlah kalimat yang to the point, efisien dari segi jumlah kata dan dapat menarik perhatian pengunjung. Selain sebagai langkah optimasi, juga dapat meningkatkan trafik organik.

6. Memperbarui keterangan tanggal

Saat Anda mencari sesuatu pada mesin pencarian, maka mesin pencarian akan menampilkan list halaman website yang berpotensi memuat informasi yang Anda cari. Lantas, dari list tersebut yang mana yang akan Anda klik pertama kali? Biasanya halaman yang berada pada rangking atas.

Tetapi bagaimana dengan informasi terbaru atau terupdate? Seandainya list halaman website peringkat 3 besar memuat konten yang telah lama. Biasanya user akan memilih halaman website dengan konten yang terbaru. Hal ini dapat dilihat user berdasarkan tanggal posting konten.

Ilustrasi Optimasi Konten Web, sumber : Hill Web Creations: Digital Marketing, SEM, SEO
Ilustrasi Optimasi Konten Web, sumber : Hill Web Creations: Digital Marketing, SEM, SEO

7. Menempatkan keyword pada paragraf pertama

Bagaimana biasanya Anda menyusun format konten Anda? Biasanya konten akan memuat latar belakang atau introduction pada paragraf awal. Maka, tempatkan keyword yang ditarget pada paragraf awal. Dengan begitu, akan terlihat bahwa fokus pembahasan konten Anda memang sesuai dengan keyword yang ditarget oleh karena keyword berada pada latar belakang atau introduction.

8. Mengoptimasi H2 (sub-judul)

Salah satu kekeliruan pembuat konten adalah menempatkan keyword pada sub-judul. Padahal, sub-judul seharusnya kalimat yang menggambarkan pembahasan detil. Jadi tidak perlu membuat sub-judul dengan keyword utama. Sub-judul bisa dimuat dengan kalimat pengembangan dari kata kunci yang ditarget.

9. Memuat gambar dan video

Jika konten Anda merupakan informasi berupa artikel, tidak semua user dapat membayangkan kalimat yang terdapat dalam artikel di pikirannya. Sehingga, keberadaan gambar dan video dapat membantu mereka membayangkan penjelasan atau informasi yang terdapat pada artikel. Inilah yang disebut dengan interaksi. Dengan memuat gambar dan video, maka konten Anda dapat meningkatkan interaksi dengan pembaca melalui gambar dan video tersebut.

10. Memuat modifikasi kata kunci

Ada sebagian konten master yang menebar kata kunci pada halaman website atau blognya. Ternyata, agar teroptimasi dengan baik, kata kunci bisa dikembangkan atau dimodifikasi. Tidak harus selalu kata-kata yang sama disebar di beberapa bagian konten. Jika menarget kata kunci jasa seo murah, Anda bisa memodifikasinya menjadi jasa seo yang murah, jasa seo Jogja, jasa seo harga murah dan modifikasi lainnya.

11. Mobile Friendly

Untuk poin yang satu ini berhubungan dengan aspek teknis pengembangan pada mesin pencarian yang dilakukan oleh perusahaannya. Sejak diproduksinya perangkat gadget yang mobile (mudah dibawa-bawa), maka perusahaan searching engine seperti Google mulai menjadikan halaman web atau blog yang mudah diakses melalui mobile device pada posisi rangking yang bagus.

12. Memuat outbound link

Banyak sekali website otoritatif yang sudah mendapatkan kepercayaan publik di dunia maya. Jika content Anda memiliki hubungan (link) dengan website tersebut, maka Anda akan dapat manfaatnya juga dari segi engagement dan organic traffic. Maka, pastikan konten Anda dapat memuat link salah satu web yang otoritatif.

Ilustrasi Konten Berkualitas, sumber ig sparkstrategies
Ilustrasi Konten Berkualitas, sumber ig @sparkstrategies

13. Memuat internal link

Jika konten pada website Anda saling berhubungan satu sama lain, maka website Anda memang fokus dan memiliki ciri khas. Jadi, saat melakukan update konten dan didalamnya terdapat link atau berhubungan dengan konten-konten internal web lainnya, maka halaman website menjadi teroptimasi dengan baik.

14. Loading halaman yang singkat

Poin ini berhubungan dengan kenyamanan user. Sebuah halaman website yang mudah diakses akan memberikan kenyamanan pada user sehingga dapat meningkatkan trafik. Akses yang mudah bisa dinilai dari loading yang cepat sehingga user tidak menunggu dan menghabiskan waktu lama untuk mengakses konten Anda.

15. Terhubung ke media sosial

Cara menghubungkan konten ke media sosial adalah dengan mengajak user untuk membagikan link artikel Anda di media sosial. Maka, menempatkan button media sosial pada halaman konten website Anda dapat memberikan potensi share dari user. Hal ini salah satu cara untuk meningkatkan trafik meskipun tidak menjadi faktor yang langsung berkaitan dengan rangking. Karena, link yang di share harus di akses oleh user lainnya baru dapat memberikan pengaruh.

16. Konten yang edukatif, unik dan komprehensif

Poin terakhir adalah yang menjadi kunci keseluruhan dari topik optimasi konten. Yaitu hanya konten yang berkualitas bagus saja yang seharusnya mendapatkan rangking teratas. Konten yang berkualitas ini dapat terlihat dari apakah konten tersebut unik, edukatif dan lengkap (komprehensif). Inilah ciri yang paling rasional bagi sebuah konten yang berkualitas.

Itu dia 16 elemen penting untuk melakukan optimasi konten website Anda. Penjelasan ini disadur dari search engine journal dengan kalimat yang lebih disederhanakan namun dapat dipahami.