Bagaimana Anda memahami cara menaikkan ranking halaman website Anda pada mesin pencarian? Apakah terdapat metode baku untuk itu? Apakah semua sumber informasi SEO tentang ranking halaman google ini dapat dipercaya? Apakah cara menaikkan ranking halaman pada google merupakan metode yang baku, tidak pernah berubah?

Jika boleh jujur, sepertinya banyak dari jasa SEO yang berupaya menaikkan ranking halaman website berdasarkan informasi yang tersebar tanpa. Karena rata-rata percaya bahwa tidak ada cara baku untuk menaikkan ranking google. Jadi, jasa SEO lebih sering melakukan “trial and error” untuk menaikkan ranking halaman website berdasarkan cara-cara yang pernah menjadi testimoni sebagian pihak.

Jika kita mencari informasi tentang bagaimana Google me-ranking halaman website, banyak sekali ditemukan ide yang berbeda-beda. Padahal, Google menggunakan algoritma untuk me-ranking halaman sebuah website. Tidak pernah sekalipun perusahaan ternama ini menceritakan secara detil bagaimana algoritmanya. Lantas, informasi seperti apa yang dapat diambil?

Jenis informasi tentang ranking SEO

Ide tentang cara menaikkan ranking halaman pada mesin pencarian memang bukan informasi sembarangan. Semuanya memiliki tujuan yang baik dan kebanyakan ide-ide ini benar dan hanya sedikit yang sudah tidak valid lagi. Karena mesin pencarian seperti Google juga terus berkembang, sebenarnya ide tentang menaikkan ranking halaman Google ini juga bervariasi dan beberapa sudah tidak berlaku.

Ilustrasi Ranking SEO, sumber : Digital Marketing - Konsultan Bisnis Internet
Ilustrasi Ranking SEO, sumber : Digital Marketing – Konsultan Bisnis Internet

Informasi yang benar tentang topik ini adalah informasi yang sudah terbukti. Maka beberapa sumber informasi tidak ragu menyertakan bukti pada informasinya. Namun ternyata, meski terdapat bukti, tetap saja proses yang sebenarnya tidak dapat diketahui. Yang ada adalah menerapkan cara tertentu yang kemudian ternyata bisa menaikkan ranking halaman tanpa mengerti bagaimana sebenarnya algoritma mesin pencarian memprosesnya.

Dari sini dapat diketahui, ternyata informasi tentang ide untuk menaikkan ranking halaman merupakan hasil dari :

  1. Pengalaman pribadi
  2. Hipotesis para praktisi

Informasi berdasarkan pengalaman pribadi

Sebenarnya wajar saja jika para praktisi memberikan testimoni yang berdasarkan pengalaman pribadi. Karena memang tidak terdapat informasi yang pasti, hanya trik dan tips yang kebanyakan hasil “trial and error” para praktisi SEO. Jika hasil dari “trial and error” ini dapat memberikan bukti ranking yang bagus, maka mereka menyediakan testimoni tentang itu.

Salah satu contohnya adalah pengalaman para marketer website affiliasi. Pada halaman website mereka disisipkan link yang mengarah ke halaman website affiliasi. Suatu saat, halaman website para marketer ini mengalami penurunan ranking. Mereka menganggap sebabnya oleh karena didalamnya terdapat link website halaman affiliasi.

Dari pengalaman ini, para marketer sekaligus praktisi SEO menganggap bahwa Google tidak menyukai halaman yang didalamnya terdapat link website affiliasi. Padahal, belum terbukti apakah Google benar-benar menurunkan halaman mereka karena link ini atau karena faktor lainnya. Memang pada kenyataannya Google tidak menilai halaman website affiliasi sebagai salah satu faktor yang dapat menurunkan ranking.

Hipotesis para praktisi

Ilustrasi Studi dan Riset, sumber : Digital Marketing
Ilustrasi Studi dan Riset, sumber : Digital Marketing

saat ini banyak yang melakukan studi tentang rankpage baik yang dilakukan orang-orang yang berada di bidang ilmu komputer dan lainnya. Hipotesis yang didapat ini sebenarnya hasil dari riset atau studi yang dilakukan. Penelitian ini berdasarkan data-data yang banyak yang merupakan informasi atau hasil yang terdapat pada mesin pencarian. Setelah itu dilakukan persentase, maka dikeluarkanlah bukti yang membenarkan hasil hipotesis para praktisi SEO.

Sebagai contoh, ada dugaan (hipotesis) bahwa halaman yang memiliki jaringan berbagai link media sosial dapat menempati ranking yang bagus pada mesin pencarian. Berdasarkan data-data yang ada, memang halaman yang terhubung atau memiliki jaringan ke banyak media sosial memiliki ranking yang bagus. Tetapi ternyata algoritma Google tidak pernah menjadikan link ke media sosial ini sebagai ranking factor pada mesin pencarian.

Meskipun begitu, ternyata hasil studi yang hanya berdasarkan persentase ini telah membuat sejumlah praktisi bahkan perusahaan besar sekalipun menggelontorkan banyak biaya untuk ini. Secara data memang terlihat berkaitan, namun sekali lagi, Google sendiri-lah yang bisa mengkonfirmasi hal ini.

Ciri informasi SEO yang berkualitas

Kedua jenis informasi yang telah dijelaskan sebelumnya menggambarkan, meskipun terdapat bukti, namun faktanya Google tidak pernah menetapkan demikian. Hal ini dapat diketahui setelah salah seorang praktisi Google yang mengkonfirmasinya secara langsung melalui sebuah wawancara media.

Ilustrasi Informasi Tentang SEO, sumber : newsystemtechnologies.com
Ilustrasi Informasi Tentang SEO, sumber : newsystemtechnologies.com

Lantas, bagaimana informasi SEO yang berkualitas yang dapat diambil?

  1. Terkonfirmasi
  2. Didukung oleh teori
  3. Bersumber dari profesional di bidangnya

Mendapatkan konfirmasi

Ide SEO yang dapat diambil adalah jika telah mendapatkan informasi dari Google. Karena mereka-lah yang memiliki otoritas untuk ini. Apapun bukti yang dipaparkan, jika ternyata tidak mendapatkan konfirmasi, maka nilai informasinya menjadi menurun. Tetapi jika telah dikonfirmasi maka bisa menjadi informasi yang valid.

Cari informasi atau lakukan konfirmasi terhadap informasi atau ide SEO yang beredar kepada para praktisi Google. Jika tidak mampu melakukannya, carilah berbagai media yang menyediakan informasi yang bersumber dari praktisi Google atau forum-forum wawancara yang pematerinya merupakan praktisi Google.

Berdasarkan teori

Pengetahuan tentang SEO lambat laun menjadi sebuah teori yang dapat dibuktikan dan baku. Karena hingga saat ini, berbagai teori yang berhubungan dengan SEO terdokumentasi dan memiliki kemungkinan yang mengarah kepada pengetahuan yang pasti (baku). Sehingga bisa saja suatu saat nanti, dalam praktik SEO terdapat prinsip-prinsip dasar yang perlu diimplementasikan.

Google sendiri telah membuat riset dan patent tentang hal-hal yang terkait dengan ranking halaman website. Beberapa universitas ternama yang bergerak di bidang ilmu komputer sendiri telah ikut ambil bagian dalam riset tentang ranking halaman ini. Namun, tentu saja yang berhak memberikan patent-nya adalah Google sendiri.

Maka, informasi dari sumber apapun yang merupakan pengetahuan atau bersifat teoritis seputar SEO bisa dijadikan pedoman. Hasil riset, informasi resmi dari Google seputar SEO seperti perubahan algoritma dan lainnya merupakan pengetahun tentang SEO.

Pengalaman para profesional

Ilustrasi Update Algoritma Google, sumber : SEO Shouts
Ilustrasi Update Algoritma Google, sumber : SEO Shouts

Kelebihan para profesional dibandingkan dengan praktisi lainnya adalah dalam hal landasan. Mereka mempraktikkan sebuah metode harus berlandaskan teori atau pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dibahas. Sedangkan para praktisi bisa dikatakan seringkali otodidag dan mengikuti testimoni atau pengalaman pribadi tanpa memahami teori dan memiliki pengetahuan yang cukup.

Nah, apabila suatu pekerjaan SEO yang dikerjakan berdasarkan pengetahuan dan selanjutnya sukses dapat memberikan hasil yang tepat, bukankah ini merupakan bukti yang valid? Maka, merujuklah pada profesional dalam mengambil informasi terkait ide-ide tentang SEO.

Kesimpulan

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pembahasan ini diantaranya :

  1. Tidak semua informasi tentang SEO itu valid
  2. Kriteria informasi valid adalah terkonfirmasi, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman para profesional

Itu dia ulasan terkait bagaimana mencari informasi valid tentang SEO. Semoga ulasan ini dapat lebih meningkatkan kesuksesan Anda. Simak berbagai informasi seputar SEO dan digital marketing lainnya di halaman jasa SEO Jogja.