Marketing merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh oleh setiap perusahaan agar ia senantiasa bisa menjalankan bisnisnya. Suatu unit usaha, tentu akan berjalan apabila ia dipercaya oleh konsumen untuk urusan tertentu baik penyediaan barang atau jasa. Salah satu untuk membangun kepercayaan konsumen dengan metode marketing, dimana sosial marketing menjadi salah satu cara yang dilakukan diantara beragam cara lainnya.

 Ada banyak cara atau metode dalam marketing. Mulai dari tradisional marketing, digital marketing sampai pada cara marketing yang nanti akan kita bahas pada artikel kali ini yakni marketing yang berfokus pada perubahan sosial. Semua cara yang digunakan tersebut tidak lain hanyalah bertujuan menjangkau konsumen yang lebih besar.  

Pengertian Sosial Marketing

Sosial Marketing
Sosial marketing adalah marketing dengan lebih menginginkan terjadinya tindakan sosial. Sumber Unsplash

Sosial marketing adalah marketing atau pemasaran yang dirancang untuk menciptakan perubahan sosial di masyarakat, bukan untuk menguntungkan merek aaatau perusahaan secara langsung. Selain memang untuk mencari keutungan secara tidak langsung sosial marketing bertujuan untuk meyakinkan audiens untuk mengubah perilaku mereka.

Trik marketing ini tidak berfokus pada menjual produk, pemasaran sosial lebih “menjual” perilaku atau gaya hidup yang menguntungkan masyarakat untuk menciptakan perubahan yang diinginkan. Manfaat bagi kepentingan umum ini selalu menjadi fokus utama daripada hanya mencari keuntungan semata.

Model marketing seperti ini tidak mengambil pusing mengenai produk yang dijual. Bagaimana suatu produk lebih baik daripada produk pesaing, marketing sosial lebih bersaing dengan pikiran, perilaku, atau tindakan dari masyarakat.

Pelaku Sosial Marketing

Siapa yang biasanya melakukan kampanye marketing seperti ini ?

Memang biasanya organisasi nonprofit dan amal menjalankan sebagian besar kampanye menggunakan metode ini. Selain itu organisasi pemerintah, berbagai organisasi komunitas, dan layanan kedaruratan seperti polisi, pemadam kebakaran, ambulans juga melakukannya.

Namun sebenarnya marketing dengan cara seperti ini tidak hanya berkutat pada lembaga sosial saja. Jika anda memiliki bisnis komersial, anda bisa juga menjalankan sosial marketing. Merek komersial terkadang menjalankan kampanye sosial marketing untuk tujuan tertentu.

Pentingnya Sosial Maketing

Mengapa pemasaran sosial begitu penting? Biasanya dalam suatu iklan, terutama iklan dengan marketing tradisional seperti baliho, iklan televisi dan sebagainya, fokus audiens terkadang tidak tertuju pada produk yang ditawarkan, namun pada konten iklan itu sendiri..

Iklan yang dirancang dengan baik, menarik perhatian dan mampu mengambil sudut super kreatif maka akan menggiring audiens untuk tertawa, menangis, atau berpikir. Tidak setiap iklan fokus pada meyakinkan anda untuk melihat produk atau layanan yang dipromosikannya, tetapi pada iklan sosial marketing lebih cenderung untuk menggugah emosi seseorang yang menontonnya untuk melakukan suatu hal.

Dalam sosial marketing, audiens iklan tentu tidak suka diberi tahu apa yang harus dilakukan. Mereka mungkin tidak yakin atau tidak mengetahui permasalahan sosial di sekitarnya. Dan ketika mereka mengetahui dari surat kabar atau sarana informasi lain mengenai permasalahan sosial tersebut, mereka benar-benar tidak tergugah hatinya.

Tetapi dengan sosial marketing yang dikemas dengan baik menarik perhatian, dan menyebarkan kesadaran tentang masalah sosial, melalui kreativitas dan emosi, audiens akan mudah tersentuh hatinya. Memang hal ini terkesan mengeksploitasi perasaan audiens, atau mengeksploitasi target yang dituju, seperti kemiskinan, kelaparan dan hal menyedihkan lainnya. Namun memang dengan cara itulah iklan sosial lebih berjalan efektif.

Sosial Marketing
Manfaatkan kemampuan perusahaan untuk bermanfaat bagi sesama, termasuk pada penderita kanker. Sumber Unsplash

Salah Kaprah Sosial Marketing

Banyak sekali kesalahan pemahaman yang terjadi di masyarakat mengenai sosial marketing. Pada poin ini kami akan menjelaskan beberapa kesalah pahaman di masyarakat..

1. Sosial Marketing Bukan Sosial Media Marketing

Banyak orang mengira sosial marketing sama dengan sosial media marketing. Penggunaan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube ketika melakukan aktifitas marketing memang di pahami sebagai marketing sosial media.

Namun hal ini berbeda dengan sosial marketing meskipun untuk menyebarkan, dan menghasilkan dukungan di sekitar juga memerlukan media sosial. Sebagian besar yang ada di media sosial berorientasi pada promosi produk atau layanan. Dan tentu saja hal ini bukan sosial marketing.

2. Sosial Marketing Bukan Sekedar Iklan Donasi

Jika sebuah perusahaan mempublikasikan sumbangan yang mereka berikan untuk amal atau tujuan sosial maka hal tersebut bukanlah sosial marketing. Tujuan mereka dalam mempublikasikan kegiatan mereka karena tujuan untuk meningkatkan reputasi mereka sendiri.

Meskipun terkadang sosial marketing menggunakan cara mengumpulkan donasi, namun tujuan utamanya adalah menggugah hati masyarakat untuk membantu sesama di setiap saat, sehingga tidak hanya terbatas pada saat momen ketika program tersebut di jalankan.

3. Sosial Marketing Bukan Iklan Ramah Lingkungan

Memasarkan produk ramah lingkungan atau memasarkan produ yang terdapat ikatan amalnya bukan merupakan sosial marketing. Iklan suatu produk dengan kemasan ramah lingkungan, seperti kemasan kertas daur ulang bukan termasuk sosial marketing. Atau iklan dengan tambahan ‘hasil dari oebjuakan 2,5% akan d donasikan’ juga bukan merupakan sosial marketing.

Marketing sosial adalah marketing yang bertujuan menjual suatu produk dimana produk tersebut benar-benar tidak berkaitan dengan produk sebenarnya suatu perusahaan.

Elemen Sosial Marketing

Dalam membuat kemasan sosial marketing, tentu anda harus menyiapkan elemen yang nantinya dapat dengan mudah ‘produk’ anda akan ‘dibeli’ oleh para audiens.

1. Produk

Produk dari sosial marketing yang anda jalankan adalah tindakan sosial yang diinginkan dan manfaat yang ditawarkan dari tindakan ini. Pastikan bahwa perubahan ini disajikan semenarik mungkin. Selain itu kejelasan dari produk adalah kuncinya. Pastikan audiens anda dapat dengan cepat dan mudah memahami ’produk’ anda dan manfaatnya.

2. Harga

Anda harus memnimalkan harga yang amda tawarkan kepada audiens.mereka tentu harus membayar untuk tindakan yang akan mereka lakukan. Harga ini tidak semuanya soal uang. Harga bisa berupa waktu, dan biaya psikologis yang akan ditanggung dan sebagainya. Jadi, saat anda merancang kampanye sosial marketing, anda perlu memikirkan dan meneliti hambatan yang menghalangi audiens ketika mereka akan melakukan tindakan tersebut.

3. Tempat

Di mana anda ingin audiens melakukan perilaku yang diinginkan ? Bagaimana anda dapat menjangkau mereka dengan cara yang membuatnya lebih mudah untuk melakukan perilaku di lokasi tersebut ? Apakah anda perlu merekrut seseorang yang dikenal di kalangan audiens sebagai ’duta’ agar kampanye lebih dapat diakses oleh audiens anda?

Tempat anda melakukan kampanye sosial marketing berpengaruh pada hasil yang akan didapat. Jika anda dalam kampanyenye mendorong masyarakat untuk infaq bahan makanan maka anda bisa kampanye langsung di toko bahan makanan, dan siapkan tempat donasi di pintu keluar toko. Jika anda melakukan kampanye untuk menghimpun donasi, sertakan situs web, kode QR, atau tautan donasi langsung pada iklan kampanye anda.

4. Promosi

Anda perlu menentukan saluran untuk penyebaran kampanye anda. Apakah anda akan memanfaatkan media sosial? Televisi? Radio? spanduk, papan reklame, atau lainnya? Bagaimana anda menarik perhatian ke produk yang berupa perilaku, harga yang diminimalkan, dan tempat anda ingin tindakan dilakukan harus jelas tersampaikan kepada audiens.

Sosial Marketing
Membantu sesama yang memiliki keterbatasan dengan langkah sosial marketing. Sumber Unsplash

Sosial Marketing Perusahaan

Saat ini beberapa perusahaan yang bukan perusahaan non-profit justru semakin mengintegrasikan faktor sosial ke dalam kegiatan pemasaran mereka. Mereka menggunakan kampanye sosial marketing untuk menumbuhkan identitas perusahaan mereka selain menyampaikan pesan sosial. Artinya, pertumbuhan penjualan jangka pendek bukanlah fokus perhatian.

Mereka lebih fokus pada aktifitas membangun brand awarness untuk keperluan jangka panjang. Namun ada pula kegiatan sosial marketing yang di lakukannya bersandar pada prinsip bekerja sambil beribadah. Anda bisa melibatkan perusahaan anda untuk membantu sesama yang kurang beruntung. Untuk penjelasan lebih detail lagi anda bisa menghubungi SEO Anak Sholeh, penyedia jasa pembuatan website dan SEO yang memberikan layaan konsultasi bisnis gratis bagi para klien. Terima kasih.

Open chat
Kami senang membantu Anda