Jika Anda ingin memiliki website untuk mendukung bisnis Anda, salah satu yang perlu Anda persiapkan adalah nama domain. Nama domain ini memiliki fungsi yang krusial untuk website dan dapat berdampak pada optimasi web Anda. Saat ini terdapat berbagai nama domain yang terkenal dan telah mengakar menjadi brand dari perusahaan-perusahaan besar di dunia.

Website untuk mendukung bisnis telah menjadi salah satu kebutuhan. Karena pasar bisnis terus berkembang dan merambah ke dunia digital. Sehingga dikenal istilah digital marketing yang berbeda dengan marketing konvensional. Dikenal juga istilah marketing online yang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan digital marketing.

Untuk merambah ke dunia digital, banyak produk atau jasa yang ditawarkan melalui website-website yang dibuat. Tetapi jika hanya sekedar memiliki website saja, ternyata belum cukup. Website yang dibuat harus berada di halaman satu menurut kata kunci yang sering dicari. Bagaimana caranya?

Inilah yang disebut dengan optimasi website. Agar website Anda bisa berada di halaman satu mesin pencarian dengan kata kunci yang banyak dipakai. Salah satu yang perlu dipersiapkan untuk optimasi website adalah nama domain. Apa itu nama domain? Bagaimana sejarahnya? Bagaimana struktur atau tingkatannya? Apa fungsinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ilustrasi Nama Domain, sumber ig businessaffluence
Ilustrasi Nama Domain, sumber ig businessaffluence

Apa Itu Domain?

Para pengguna internet seringkali mengenal nama website. Saat memerlukan informasi yang bisa didapatkan melalui internet, jika tidak menggunakan kata kunci yang dimasukkan pada searching engine, langsung memasukkan nama situs yang biasanya berakhiran dengan .com, .id, .org dan lain-lain. Misalnya wikipedia.com.

Wikipedia adalah situs yang memiliki perbendaharaan informasi tentang berbagai hal yang apabila ingin dikunjungi, pengguna internet dapat memasukkan namanya langsung wikipedia.org. Namun, wikipedia.org sebenarnya adalah nama domain. Meskipun dikenal dengan nama website oleh banyak pengguna internet.

Definisi domain sendiri adalah nama sebuah server yang lebih mudah diidentifikasi setelah sebelumnya menggunakan IP address. Jadi, untuk mengakses sebuah komputer melalui jaringan, sebelumnya para pengguna harus mengingat IP address yang berisi angka-angka. Setelah itu, muncul inovasi untuk dijadikan nama server yaitu domain yang lebih mudah diingat karena merupakan sebuah nama yang menggunakan kata-kata.

Contohnya adalah google. Google adalah mesin pencarian yang paling terkenal di dunia. Domain google adalah google.com. Sedangkan IP address-nya adalah 216.58.216.164. Anda bisa bandingkan, mana yang lebih mudah, mengingat google.com atau angka-angka IP address tersebut?

Sejarah Domain

Yang pertama kali memperkenalkan nama domain adalah Dr. Paul Mockapetris pada tahun 1983. Sebagaimana yang sudah dibahas sebelumnya, domain memang merupakan inovasi setelah IP address untuk mengunjungi server komputer melalui jaringan yang ada. Dengan domain, pencarian juga dapat menjadi mudah.

Ilustrasi Hosting dan Domaining, sumber ig hostingdomaining
Ilustrasi Hosting dan Domaining, sumber ig @hostingdomaining

Pada tahun 1985 berdiri sebuah perusahaan bernama domain.com. Perusahaan ini memiliki kapasitas untuk mengukuhkan nama domain bagi sebuah situs. Yang pertama kali mendaftarkan nama domainnya adalah perusahaan Amerika bernama Symbolics dengan nama symbolics.com. Domain ini bertahan selama 25 tahun hingga kemudian dibeli oleh xf.com.

Awalnya pendaftaran domain ini gratis. Artinya, perusahaan manapun dapat membuat nama domain dan mendaftarkan namanya tanpa biaya apapun. Di kemudian hari, ternyata muncul dampak negatif karena banyak orang mendaftarkan nama domain yang tidak sejalan dengan konten website yang ada.

Melihat kasus ini, pada tahun 1995, National Science Foundation membuat mekanisme berbayar pada setiap pendaftaran domain. National Science Foundation adalah konsultan teknologi yang mengeluarkan mekanisme ini sebagai solusi. Saat itu, setiap domain yang mendaftar dikenakan tarif U$ 100 dengan masa berlaku 2 tahun.

Pada tahun 2003, pendaftaran domain ini memiliki payung hukum berupa undang-undang. Fungsi undang-undang ini adalah untuk melindungi penggunaan nama domain dari penipuan. Sehingga apabila ada yang menggunakan nama domain dan mengarahkannya ke situs yang negatif akan mendapatkan sanksi tegas.

Pada tahun 2007, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Ben Sharples membeli nama domain vacationrentals.com dengan harga yang paling mahal dalam sejarah pendaftaran domain yaitu 350 miliar rupiah lebih dengan harga dollar yang ada pada waktu itu. Pembelian ini disinyalir agar nama ini tidak digunakan oleh perusahaan kompetitornya.

Pada tahun 2012, seseorang bernama Mike Mann mendaftarkan sejumlah 14.000 lebih nama domain hanya dalam waktu 24 jam. Pembelian ini tercatat sebagai pembelian terbanyak sepanjang sejarah. Namun anehnya pembelian ini hanya sekedar didorong oleh keinginan menguasai nama domain di seluruh dunia.

Tingkatan Domain

Ilustrasi Nama Domain, sumber ig killerlaunch
Ilustrasi Nama Domain, sumber ig @killerlaunch

Tingkatan domain ini sebenarnya adalah pembahasan terkait struktur nama domain yang sering disebut sebagai nama website. Jadi, susunan nama yang diakhiri dengan .com atau yang sejenisnya merupakan gabungan dari beberapa bagian yaitu :

1. Top Level Domain (TLD)

Top level domain ini relatif sudah memiliki pola seperti .com, .org, .edu, .gov, .mil dan beberapa lainnya seperti .apple. Struktur ini juga sebenarnya memiliki makna yaitu, commercial (com), organization (org), education (edu), government (gov), military (mil) dan apple (nama perusahaan).

2. Second Level Domain (SLD)

Setelah menentukan top level sesuai kegunaan website, maka ditentuka struktur second level domain. Second level domain ini sudah menjadi lebih spesifik. Misalnya wikipedia, google, seoanaksholeh dan lainnya. Yang apabila digabungkan antara TLD dan SLD menjadi wikipedia.org, google.com dan seoanaksholeh.com.

3. Third Level Domain

TLD merupaka struktur yang ditambah untuk lebih memberikan spesifikasi nama domain setelah terdapat struktur TLD dan SLD. Misalnya, id.wikipedia.org merupakan gabungan dari TLD, SLD dan TLD sekaligus. Ketiga level yang menjadi struktur nama domain ini merupakan dasar dari tingkatan domain yang awal dikenal.

Tingkatan nama domain ini juga mengalami perkembangan yaitu dengan tambahan gLTDs dan ccTLDs. Struktur gLTDs adalah generic level top domains yaitu top level domain yang bisa digunakan secara umum sebagaimana yang sudah dijelaskan .com, .gov, .edu dan lain-lain.

Sedangkan ccTLDs adalah country specific domains. Jadi setiap gLTDs dapat ditambahkan ccLTDs untuk memberikan identitas negara. Contohnya seperti wikipedia.org.id, google.co.id dan lainnya. Seluruh perkembangan ini tidak lebih hanya sekedar penambahan struktur untuk memberikan identitas domain secara spesifik.

Fungsi Domain

Nama domain tentu saja memiliki fungsi yang bermanfaat. Setelah sebelumnya pengunjung situs harus mengingat angka-angka yang sulit, keberadaan nama domain memberikan kemajuan. Beberapa fungsi yang didapatkan dari keberadaan nama domain ini adalah :

Ilustrasi Nama Domain Terkenal, sumber ig google
Ilustrasi Nama Domain Terkenal, sumber ig @google

1. Memudahkan Untuk Mengenal Situs

Dengan nama domain, situs-situs yang ada menjadi lebih mudah dikenal. Karena saat sebelumnya hanya menggunakan nomor IP address, para pengunjung situs tidak mendapatkan gambaran apa-apa tentang sebuah situs. Berbeda halnya saat menggunakan nama domain. Misalnya google.com lebih mudah dikenali dibandingkan nomor IP address 216.58.216.164.

2. Memberikan Identitas Bagi Situs

Dilihat dari struktur atau disebut juga tingkatan nama domain, ternyata nama domain dapat memberikan identitas. Karena dari nama ini dapat diketahui nama, jenis web dan asal negara tempat website dikelola. Contohnya adalah wikipedia.org.id. Wikipedia merupakan nama situs, org bermakna organisasi dan id menunjukkan asalnya dari Indonesia (id).

3. Menjadi Brand

Nama domain yang dapat menjadi brand merupakan sebuah pencapaian tersendiri bagi sebuah website. Artinya, website tersebut bukan hanya sudah dikenal, namun sudah memberikan dampak pada pengguna. Misalnya google.com. Situs ini sangat bermanfaat dan setiap harinya sangat banyak yang menggunakannya. Situs yang dimiliki perusahaan google ini sudah memiliki posisi tersendiri ditengah pengguna internet.

Itu dia beberapa informasi menarik terkait nama domain. Semoga informasi ini dapat memberikan pengenalan dan pengetahuan tambahan untuk Anda. Simak berbagai informasi khas jasa seo Jogja lainnya di sini. Matur Nuwun.